Ini Velg yang Lebih Ringan dan Kuat daripada Velg Aluminium

26 / 05 / 2020 - in Info Produk

Jika kita mengamati sebuah mobil yang sedang parkir, tanpa kita sadari selain mata tertuju pada keseluruhan body mobil, biasanya bagian roda lah yang kemudian akan merebut perhatian kita selanjutnya. Memang velg merupakan bagian yang paling mampu menjadi magnet para mobil mania pada bagian eksterior sebuah mobil, walaupun setelah mobil berjalan, seperti apa pun bentuk motifnya, semua velg hanya akan terlihat bulat saja.

Bagi beberapa mobil mania mengganti velg standar dengan velg aftermarket yang berbeda dari velg Original Equipment Manufacturer ( OEM ) bawaan dealer seolah-olah telah menjadi syarat mutlak dalam mulai memodifikasi mobilnya, jika belum menggantinya berarti bisa dianggap belum melakukan modifikasi pada mobilnya.

Awalnya penggantian velg bukanlah sekedar untuk merubah penampilan saja, namun para pegiat sport otomotif bertujuan untuk mendongkrak performa teknis mobilnya, seperti yang dilakukan pada seri balapan NASCAR dan INDY CAR di Amerika serta LE MANS dan DTM di Eropa. Para pegiat otomotif senantiasa mencari body parts dan spare parts termasuk velg yang semakin ringan tapi sekaligus juga semakin kuat.

Diawali penggunaan velg berbahan aluminium pertama kali sekitar awal tahun 1950-an oleh pabrikan mobil Porsche dan Jaguar, kemudian disusul oleh pabrikan mobil Cadillac yang sempat mempopulerkan velg aluminium yang cukup legendaris bernama SABRE SPOKE yang dibuat oleh Kelsey Hayes dan dipasang pada mobil Eldorado di tahun 1955.

Pada tahun 1961 OSCA segera menyusul memproduksi mobil 1600 GT menggunakan velg jenis magnesium alloy buatan Armadori. Namun velg aluminium baru mulai diproduksi secara massal menggunakan metode casting pada tahun 1974 dengan ukuran 6 JJ x 13 model yang paling legendaris sepanjang masa bernama SHELBY.

Belum puas dengan penemuan velg berbahan magnesium alloy yang sudah lebih ringan 20% dari velg aluminium berukuran sama, pabrikan velg racing terus gencar melakukan riset dan percobaan pada mobil-mobil balap jenis supercar dan akhirnya pada tahun 1980-an Mc Laren sudah berhasil membuat body panel, chassis monocoque, berbagai interior panel dan tentu saja velg yang  semuanya berbahan serat karbon ( carbon fibre ).

Sejak saat itu beberapa pabrikan penyuplai komponen mobil balap Formula 1 terus melakukan serangkaian riset dan ujicoba dengan memasok velg berbahan carbon fibre yang karena sangat mahal biaya produksinya maka belum bisa diproduksi secara massal untuk kepentingan komersial.

Baru pada tahun 2010 an velg berbahan carbon fibre seharga seperempat miliar lebih per set diproduksi oleh pabrikan Carbon Revolution ( CR ) dari Australia untuk digunakan pada supercar Ford jenis Shelby Mustang GT 350 R, selanjutnya juga dipakai oleh supercar Porsche 911 Turbo S Exclusive Series, Lamborghini Gallardo, Mc Laren 12-C dan BMW M3.

Bobot velg carbon fibre ini hanya setengah dari velg aluminium saja, tapi kekuatan load index dan impact nya bisa sampai 10 kali lipat lebih tinggi daripada velg aluminium. Velg carbon fibre juga lebih tahan panas ketimbang velg aluminium, apalagi jika dibanding velg berbahan magnesium alloy, mengingat sifat magnesium yang lebih gampang hangus dan lenyap terbakar.

Diameter serat karbonnya memang hanya sepersepuluh milimeter saja, namun sangat kuat. Untuk membuat satu buah velg carbon fibre dengan ukuran 10 JJ x 20 membutuhkan serat karbon sepanjang 80.000 Kilometer yang jika dibentangkan kira-kita sama dengan 2 kali keliling bumi. Serat karbon itu dirajut kemudian di cor dengan resin, kemudian di pres dengan tekanan tinggi dan dipanaskan dengan suhu tinggi, dibentuk sesuai design menggunakan AutoCAD.

 

Setelah dicor dengan resin, dipress dan dipanaskan dengan tekanan dan suhu tinggi, dilanjutkan dengan proses curing, sebelum masuk ke proses pelapisan. Untuk menjaga orisinalitas velg carbon fibre ini ditanami chip RFID agar bisa dilacak dan dikenali.
Selepas menjalani serangkaian uji coba teknis dan pemeriksaan oleh technical quality control, lalu velg dipoles dan dikemas, siap untuk dipasarkan.

Namun velg carbon fibre ini belum banyak dipasarkan secara umum, hanya terbatas sebagai komponen OEM beberapa jenis supercar saja, mengingat harganya yang mencapai ratusan juta rupiah per set-nya. Anda tidak perlu khawatir, sebab di sekitaran daerah Sawah Besar, Tanah Abang, Sultan Iskandar Muda, Radio Dalam dan Kalimalang ada beberapa pengrajin sticker yang selalu siap untuk memenuhi hasrat para mobil mania tanah air yang ingin mendadani velg-ya bergaya bahan carbon fibre hanya dengan menempelkan sticker bermotif carbon fibre yang dipernis.

Oleh
BAMBANG WIDJANARKO NOTONEGORO
Independent Tire & Rim Consultant
Wakil Ketua APTRINDO JATENG & DIY

Editor : Sigit

 

 

 

 

 

 



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix