Ini Peluang Bisnis Infrastruktur Transportasi Ditjen Perhubdat untuk Sektor Swasta

08 / 10 / 2021 - in Berita

Kementerian Perhubungan mengajak pelaku usaha di sektor swasta untuk turut berinvestasi dalam mengembangkan infrastruktur transportasi. Ini dilakukan guna mendukung percepatan pembangunan sarana dan prasarana transportasi di seluruh Indonesia di tengah terbatasnya APBN.

Kerja sama dengan sektor swasta menjadi solusi untuk meningkatkan pelayanan Ditjen Perhubdat. “Untuk investor semoga ini bisa memberikan gambaran mengenai konsep pengembangan infrastruktur Ditjen Perhubdat. Sebagai contoh Terminal Terpadu Merak yang kini sudah dikelola PT ASDP Indonesia Ferry sebagai transit oriented development (TOD). Jadi antara dermaga penyeberangan kemudian terminal dan stasiun, akan menjadi satu TOD. Ketiganya dalam satu lokasi,” jelas Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi.

“Terminal yang sudah mulai dikelola pihak swasta di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Lantai 2 terminal diproyeksikan menjadi perguruan tinggi. Di terminal Bulupitu Porwokerto sudah ada pihak swasta yang tertarik untuk membangun tempat olah raga dan fasilitas publik lain,” tambah Dirjen Budi.

“Berikutnya, 13 dermaga di Danau Toba. Ini sangat mungkin berpotensi untuk dikerjasamakan. Sekarang sudah ada 4 dermaga yang sudah selesai di tahun 2021 ini yaitu Ajibata, Ambarita, Simanindo, dan Tigaras. Itu akan dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry. Sekarang dalam proses dengan Kemenkeu,” kata Dirjen Budi.

Dalam rangka memuluskan proses ini Kemenhub melakukan beberapa rekonstruksi. “Terminal kami downsize ukurannya sehingga aktivitas penumpang ini kira-kira seperempat dari lahan yang ada. Sisanya akan kami buka untuk alokasi kerjasama dengan sektor swasta. Sedangkan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau Jembatan Timbang (JT) ini rata-rata luasnya 1 Ha sampai 3 Ha. Lokasi JT juga cukup strategis karena berada di jalan nasional. Potensi JT bisa untuk area pergudangan, sekolah, rest area dan sebagainya. Sampai saat ini kami sudah melakukan pendekatan mendalam dan kajian. Beberapa JT dan terminal sudah dikaji oleh tim khusus. Sehingga bisa tahu potensi yang cocok untuk area tersebut,” terangnya.

Dirjen Budi mencontohkan Terminal Tirtonadi Solo. “Terminal Tirtonadi manjadi salah satu terminal yang sudah dilengkapi ballroom dengan kapasitas 2500 orang, tenant untuk food court, dan fasilitas olah raga. Lalu, Terminal Mangkang Semarang yang akan dimanfaatkan pemerintah untuk mal layanan publik,” tutup Dirjen Budi.

Editor : Sigit

 



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix