Ini Kata Daihatsu Mengenai Harga Jual Kendaraan Pasca Kenaikan Harga BBM

16 / 09 / 2022 - in Berita

Pengumuman Kenaikan harga BBM disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui siaran resmi via YouTube, awal bulan September 2022. Jokowi menyampaikan, harga BBM naik disebabkan karena pemberian subsidi yang masih kurang tepat sasaran alias lebih banyak dinikmati golongan mampu.

Melihat kondisi itu lantas bagaimana dengan pabrikan kendaraan? Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) mengatakan, “Biaya produksi kendaraan kami pasti naik. Tapi itu bukan hanya di hulu, tapi hilirnya juga. Pasti biaya distribusi juga akan naik, karena dari pabrik ke gudang di daerah ada biaya angkutnya, ini pasti naik. Jadi biaya distribusi dan biaya produksi pasti naik. Harga mobilnya naik apa tidak?,” katanya di Media Gathering Daihatsu GIIAS Surabaya 2022, Jumat(16/9).

“Saat ini kami sedang mengkaji mengenai kenaikan harga jual kendaraan. Tapi tidak serta merta karena harga BBM naik, lalu harga kami naikkan juga. Secara teoritis seharusnya harga jualnya ya naik juga. Tapi jika menaikkan harga kami harus menimbang beberapa faktor. Pertama, jika harga naik daya beli konsumen akan turun apa tidak? Jika harga dipertahankan, apakah bisa kami bisa mengatasi itu atau tidak? Sehingga, nanti konsumen akan tetap bisa membeli kendaraan,” jelas Hendrayadi.

“Kedua, kami harus melihat kompetitor juga. Jika Daihatsu menaikan harga sedangkan yang lain belum, ya kami mesti pelajari dulu pasarnya. Jadi jawaban adalah kami ada tidak serta merta menanikkan harga penjualan. Dalam waktu dekat ini kami masih mengkaji sehingga saat ini kami masih menggunakan harga lama,” terangnya.
Mendukung pernyataan Hendrayadi, David Gunawan Kepala Wilayah Jawa Timur dan Bali PT Astra International Tbk menjelaskan dari sudut pandang kondisi pasar pasca kenaikan BBM.

“Seperti diketahui bersama, produk Daihatsu ini bermain di cc kecil. Paling tinggi kami ada 1500cc. Untuk Daihatsu Xenia pun penjualan dominan ada di 1300cc. Lalu ada Low Car Green Car (LCGC) di rentang 1000cc dan 1200cc. Sejak kenaikan BBM, justru bagi kami malah mendukung penjualan produk. Kami mengalami peningkatan penjualan. Dengan produk yang ada saat ini, sebagian besar produk baru Daihatsu lebih irit dari sebelumnya. Sementara ini, semenjak kenaikan harga BBM kami merasakan ada hal positif. Semoga kami juga bisa memberikan value lebih kepada konsumen. Sehingga bisa terus menjaga kontribusi penjualan. Dengan keunggulan produk kami yang lebih efisien pemakaian BBM-nya, ini menjadi value yang dirasakan oleh konsumen,” kata David.

Hendrayadi menganalisa, bahwa di pasar ada perubahan perilaku konsumen pasca kenaikan harga BBM. “Berdasarkan survey kami, perilaku konsumen bergeser. Konsumen lebih memilih kendaraan yang lebih hemat BBM dan mencari kendaraan dengan cc kecil. Untungnya, Daihatsu banyak poduk dengan cc kecil antara 1000cc, 1200cc dan 1300cc. Kami sangat diuntungkan dengan kondisi pasca kenaikan harga BBM. Memang secara penjualan kendaraan cc kecil, angkanya cukup besar. Perilaku konsumen ini bergeser kearah kendaraan yang hemat BBM,” pungkasnya.

Editor dan foto : Sigit



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix