Ini Fitur Michelin Agilis 3 untuk Ban Pikap dan Double Cabin

10 / 09 / 2020 - in Berita, Info Produk

Michelin Agilis 3 dikembangkan untuk menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi perkotaan yang berkelanjutan. Terobosan baru ini adalah wujud strategi berkelanjutan Michelin yang mengutamakan mobilitas yang lebih aman, bersih, mudah diakses, dan efisien. Presiden Direktur Michelin Indonesia, Steven Vette menjelaskan bahwa Michelin Agilis 3 telah disematkan beberapa teknologi dan fitur utama di dalamnya.

Salah satunya adalah stone ejector atau pelontar batu, yakni balok horizontal pada alur tapak yang dirancang untuk mencegah masuknya batu pada kembangan ban, sehingga meminimalisir waktu yang terbuang akibat kerusakan ban dan mengurangi biaya operasional.

Kemudian pelindung dinding ban dengan penambahan komponen dari bahan karet tahan abrasi yang memberikan perlindungan ekstra 1,5 milimeter pada sisi luar dan pinggiran ban, jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya tanpa mengurangi kelenturan casing.

Selain itu, terdapat campuran bahan inovatif dengan kepadatan silika dan karbon hitam yang lebih tinggi untuk meningkatkan grip di jalan basah, hambatan gulir lebih rendah, jarak tempuh lebih jauh dan hemat bahan bakar. Alur dengan pattern U atau bentuk samping alur yang lebih vertikal juga memberikan kedalaman alur yang tidak berubah hingga kedalaman 2 milimeter, yang memungkinkan evakuasi air yang lebih banyak pada kondisi jalan basah sehingga daya cengkeram ban lebih lama.

Sedangkan sipe dengan kedalaman penuh untuk memastikan fleksibilitas yang baik dari setiap blok tapak, sehingga daya cengkeram ban lebih unggul baik saat baru maupun setelah lama dipakai. “Ada pula teknologi tapak bawah yang dirancang untuk membantu menurunkan suhu sehingga menghemat bahan bakar,” ujar Steven menambahkan.

Menurut Steven, dengan fitur-fitur di atas, Michelin Agilis 3 menawarkan tiga keunggulan. Pertama, jarak pengereman di jalan basah yang lebih pendek hingga 5 persen atau 1,9 meter lebih pendek saat ban masih baru, dan 11 persen atau 3,8 meter lebih pendek saat sudah dipakai jika dibandingkan dengan kompetitor utamanya.

Wet-braking test dilakukan oleh TUV Rheinland Thailand Ltd, atas permintaan Michelin pada Juni 2020 untuk dimensi 215/70R15C menggunakan Toyota Hiace Commuter, dengan kondisi muatan 2.950 GVW. Membandingkan Michelin Agilis 3 dalam kondisi baru dan lama dengan tiga brand kompetitor, di mana ban dites dengan sisa kedalaman tapak 2 milimeter untuk kondisi ban lama.

Keunggulan kedua, kata Steven, yaitu jarak tempuh yang panjang hingga 25 persen lebih tinggi daripada generasi pendahulunya, dengan waktu henti karena kerusakan ban yang lebih singkat. Menurutnya, hasil uji internal Michelin dilakukan di jalanan di Thailand dengan ban 215/70R15C yang dipasang pada Ford Ranger (pick-up truck), dengan muatan front axle 1446 kg / rear axle: 1443 kg. Wear life index dihitung berdasar harmonic average keempat ban, dengan asumsi bahwa pengguna merotasi ban secara berkala.

“Keunggulan yang ketiga adalah rolling resistance 12 persen lebih baik yang membuat konsumsi bahan bakar lebih rendah sebesar 90 ml/100 km, dan emisi CO2 lebih rendah sebesar 228 g/100 km jika dibandingkan dengan rata-rata kompetitor,” kata Steven menjelaskan.

Rolling resistance test dilakukan di Thailand Automotive Institute dan disertifikasi oleh TUV Rheinland Thailand Ltd, atas permintaan Michelin pada Desember 2019 menggunakan 215/70 R15C.

 

Editor: Antonius
Foto: Michelin (diolah oleh TruckMagz)



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix