Indonesia Pamer Pemanfaatan Biodiesel di Pertemuan Internasional

21 / 01 / 2021 - in Berita

Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyusun rencana strategi pengembangan biodiesel melalui mandatori B30 dan B40. Bahkan implementasi program B40 dan B50 saat ini dalam tahap pengkajian komprehensif mengenai komposisi campurannya serta evaluasi ekonomi yang mencakup kesiapan, bahan baku dan infrastruktur pendukungnya.

“Uji jalan B40 akan dilanjutkan dengan uji coba pada pembangkit listrik tenaga diesel yang sudah ada,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam pertemuan Sesi Majelis Badan Energi Terbarukan Internasional atau International Renewable Energy Agency (IRENA) ke-11 secara virtual, Rabu (20/1).

Terkait upaya peningkatan penyediaan bahan baku biodiesel, Arifin mengungkapkan Pemerintah Indonesia tengah berupaya mengembangkan berbagai bahan baku dari sumber daya alam domestik lainnya, sebagai pengganti kelapa sawit.

Pengembangan ini juga disertai dengan berbagai upaya meminimalkan pembukaan lahan/hutan. “Kementerian ESDM bekerja sama dengan stakeholders terkait untuk menggunakan lahan reklamasi atau pasca-tambang, dan mengupayakan tanaman yang cocok berdasarkan kondisi lahan dan iklim,” ujar Menteri ESDM.

Di samping menekankan pemanfaatkan biodiesel, Menteri ESDM juga menjabarkan beberapa inovasi Indonesia menuju netralitas karbon melalui co-firing PLTU, pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF), penggantian diesel dengan pembangkit listrik energi terbarukan termasukan yang berbasis hayati, pemanfaatan non listrik/non biufuel seperti briket, dan pengeringan hasil pertanian dan biogas.

Pemerintah bersama BUMN (Pertamina) tengah mengembangkan Green Refineries untuk memproduksi Green Diesel, Green Gasoline dan Green Avtur. Arifin menjelaskan, pada Juli 2020 lalu Pertamina telah memproduksi D100 di kilang Sumatra, dengan kapasitas awal 1.000 barel per hari.

Menteri Arifin mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia akan menyiapkan dukungan regulasi, insentif dan infrastruktur pendukung, termasuk mendorong pengembangan industri pendukung. Di samping pengembangan CPO Hidrogenasi; Demo Pabrik Mandiri Diesel Hijau juga tengah dalam tahap pengembangan yang diharapkan dapat diuji coba dan diuji produknya pada Desember 2021 mendatang.

Sebagai informasi, IRENA adalah badan internasional yang berupaya untuk melaksanakan mitigasi perubahan iklim melalui pemanfaatan energi yang ramah lingkungan. Tujuan pendirian IRENA untuk membantu pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan secara luas, melalui kegiatan-kegiatan konkret.

Indonesia secara resmi ditetapkan menjadi anggota IRENA pada 7 September 2014, setelah sebelumnya meratifikasi Statuta IRENA melalui Peraturan Presiden (Perpres) 62 Tahun 2014 tentang Pengesahan Statute of the International Renewable Energy Agency (Statuta Badan Energi Terbarukan Internasional). Keanggotaan Indonesia dalam IRENA dapat mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, sesuai target dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang telah ditetapkan.

 

Editor: Antonius
Foto: Dok. TruckMagz



Sponsors

 

logo-chinatrucks300 327pix