Indonesia Mulai Diserbu Investasi Luar Negeri Sejak Penerapan MEA

14 / 03 / 2016 - in Berita

Indonesia mulai diserbu investasi luar negeri sejak penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA (ASEAN Economic Community), yang memposisikan ASEAN sebagai kawasan menjanjikan bagi investasi dan perdagangan. Tak heran jika banyak negara di Eropa mulai melirik potensi usaha baru guna mencari peluang kerja sama bisnis dan investasi potensial.

Seperti dilakukan Slovenia bekas pecahan Yugoslavia di Eropa Tengah dengan perekonomian yang tumbuh dan stabil, telah berkunjung ke Indonesia guna menjajaki peluang bisnis dan investasi. Slovenia mengirim State Secretary untuk Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Teknologi Slovenia, Ales Cantarutti, untuk melakukan kunjungan kehormatan ke Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Nus Nuzulia Ishak.

“Indonesia punya daya tarik tersendiri bagi investor asing untuk mengembangkan usahanya di Indonesia. Terbukanya pasar ASEAN membuat negara-negara di Eropa dan Amerika berlombalomba melebarkan sayap usahanya di pasar Asia Tenggara, tidak terkecuali Slovenia,” kata Nus, usai pertemuan.

Menurut Nus, peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Slovenia akan memberikan pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan perekonomian nasional. “Ini kesempatan baik untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Slovenia,” imbuh Nus.

Dalam pertemuan ini, Dirjen PEN didampingi oleh perwakilan dari Kadin Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Kementerian Pertahanan. Sementara Delegasi Slovenia terdiri atas sejumlah pejabat, anggota Kadin Slovenia, dan tujuh orang pelaku usaha Slovenia dari berbagai sektor.

Salah satu agenda kunjungan adalah business to business (B2B) meeting antara pelaku usaha Slovenia dan pelaku usaha Indonesia. Dalam pertemuan bisnis itu, perusahaan Indonesia yang ikut serta antara lain PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Kereta Api Indonesia, PT Energy Management Indonesia (EMI), PT PLN, dan PT Mustika Ratu, serta sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor industri penting, termasuk industri pengolahan air minum dan produsen mobil pemadam kebakaran. Delegasi Slovenia juga mengunjungi Permanent Trade Display/Customer Service Center (CSC) di lantai 2 Gedung Utama, Kementerian Perdagangan.

Delegasi Slovenia juga akan mengunjungi beberapa perusahaan di Jakarta guna mencari mitra yang tepat untuk melakukan joint venture dan melihat secara langsung aktivitas produksi. Sektor yang ditargetkan Slovenia dalam kunjungannya kali ini antara lain energi, pengolahan kayu, transmisi elektronik, alat pertahanan, dan pengelolaan sampah. Kedatangan delegasi bisnis Slovenia diharapkan dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke Slovenia secara khusus dan ke Eropa secara umum.

Menurut Nus, sejak hubungan bilateral antara Indonesia dan Slovenia dimulai pada tahun 1992, kerja sama perdagangan antara kedua negara terus tumbuh. Total perdagangan Indonesia dengan Slovenia pada tahun 2015 tercatat sebesar USD 106 juta, meningkat 11,74% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2015, ekspor Indonesia ke Slovenia sebesar USD 93,25 juta, naik 12,88% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, impor Indonesia dari Slovenia tahun 2015 sebesar USD 12,78 juta, naik 4,09% dari tahun sebelumnya.

Saat ini mitra utama Indonesia di Eropa antara lain Belanda, Italia, Jerman, dan Spanyol. Sedangkan mitra utama perdagangan Slovenia antara lain Jerman, Austria, Kroasia, Italia, dan Prancis.

Teks : Antonius S

Foto : Humas Kemendag



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix