Indonesia berpotensi Jadi Pusat Halal Logistik Dunia

07 / 05 / 2019 - in News

Indonesian Logistics Community (ILC) menilai Indonesia memiliki potensi menjadi pusat bisnis halal dunia termasuk pada sektor logistik. Capaian tersebut bisa terwujud dengan catatan ekosistem industri halal telah terbangun dan semua pelaku bisnis melakukan kolaborasi. Terlebih secara regulasi oleh pemerintah telah didukung melalui Undang-undang (UU) Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

“Misalnya semua asosiasi yang terkait bersepakat dan membuat komitmen logistik halal. Jangan setiap asosiasi memiliki standar lain, semuanya harus kolaborasi, harus satu demi menjamin halal value chain. Mereka juga harus sadar pasar halal begitu besar, tidak hanya mencakup makanan dan minuman saja,” kata Didiet Hidayat, Ketua Bidang Pendidikan, Training & Konsultasi Teknik ILC.

Lebih lanjut, kata Didiet, setidaknya ada 10 sektor yang secara ekonomi dan bisnis berkontribusi besar dalam industri halal. Di antaranya, sektor industri makanan, wisata dan perjalanan, pakaian dan fesyen, kosmetik, finansial, farmasi, media dan rekreasional, kebugaran, pendidikan dan seni budaya.

Seperti diketahui, catatan pemerintah terkait permintaaan produk halal secara global pada 2019 diperkirakan mencapai USD 3,7 triliun, atau lebih dari Rp 52.000 triliun. Padahal pada 2013 jumlahnya masih USD 2 triliun atau sekitar Rp 28.160 triliun. Seiring bertumbuhnya kesadaran kebutuhan produk dan jasa halal tersebut mendorong memberi peluang  bisnis pelaku logistik agar bisa ikut bermain dalam ekosistem halal supply chain atau halal logistik.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Anton



Related Articles

Sponsors

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix