Incoe Heavy Duty Dilepas untuk Pasar Aftermarket Domestik Indonesia

08 / 03 / 2016 - in Info Produk

Produk aki Incoe yang diproduksi oleh PT Century Batteries Indonesia (CBI) sebagai subsidiary dari grup Astra Otoparts, sudah malang-melintang sejak tahun 1970-an di pasar suku cadang kendaraan niaga Tanah Air.

Awal kiprah Incoe sebenarnya difokuskan untuk melayani kebutuhan ekspor komponen suku cadang pendukung otomotif. “Memang orientasi CBI dengan brand Incoe sejak awal untuk ekspor dengan komposisi 65-70 persen, dan sisanya untuk kebutuhan pasar domestik termasuk di segmen aftermarket,” buka Indra S. Simamora, Marketing Departement Head Incoe Battery, PT Astra Otoparts Tbk.

Menurut Indra, Incoe memang lebih banyak bermain di segmen value seperti untuk kendaraan angkutan transportasi umum, truk tambang, truk konstruksi, truk ekspedisi, dan beberapa segmen khusus dengan spesifikasi disesuaikan kebutuhan. Segmentasi ini juga berkorelasi dengan keunggulan komparatif yang ditawarkannya seperti harga harga yang lebih murah sekitar 15 persen dari pemegang market aki domestik saat ini yaitu merek GS.

Lini produk aki Incoe yang tersedia untuk kendaraan truk umumnya model konvensional, atau biasa diistilahkan dengan sebutan aki basah, dan sudah sangat dikenal di kalangan pengguna truk sebagai aki andalan mereka untuk mendukung operasional kendaraan komersialnya.

Tipe konvensional dari Incoe ini terbagi lagi atas dua kategori yaitu Premium Reguler dan Premium Heavy Duty. Untuk tipe terakhir memang didedikasikan untuk pasar aftermarket Tanah Air, selain untuk memenuhi kuota ekspor ke 44 negara.

Indra mengatakan bahwa tipe heavy duty ini memang baru dirilis untuk pasar domestik Indonesia, dan belum genap enam bulan dipasarkan untuk pasar aftermarket. “Karena di awal kita meng-ekspor-nya terlebih dulu, begitu sudah proven dan demand-nya ada baru kita jalankan penjualan aki heavy duty ini untuk pasar domestik,” imbuhnya.

Bicara performa, Incoe Premium Heavy Duty sudah dibekali kapasitas ampere yang besar serta CCA (cold cranking amps) lebih mumpuni buat menghidupkan mesin, sesuai rekomendasi tiap pabrikan truk yang beredar di Indonesia. Sehingga mampu mendukung kebutuhan tegangan listrik pada truk khususnya di daerah tambang maupun konstruksi.

“Incoe Premium Heavy Duty memang dirancang untuk performance yang lebih baik, dengan kemampuan di atas 20 persen dibandingkan dengan model konvensional (Premium Reguler). Mengingat aki tipe heavy duty ini peruntukannya ke arah mining, konstruksi dan keperluan off-road yang menuntut kinerja aki lebih baik dari aki konvensional standar (reguler),” jelas Indra.

Saat ini aki Incoe Premium Heavy Duty tersedia dalam 4 pilihan. Yaitu N200 (kapasitas 200 Ah-12 V), N150 (kapasitas 150 Ah-12 V), N120 (kapasitas 120 Ah-12 V), dan N100 (kapasitas 100 Ah-12 V). Range harga di pasaran aftermarket mulai Rp 1,4 jutaan hingga 2,9 jutaan.

Teks : Antonius S

Foto : Incoe



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix