ILC: Startup Logistik Bongkar Pasang Model Bisnis itu Wajar

30 / 04 / 2019 - in Berita

Indonesian Logistics Community (ILC) menilai wajar dalam perjalanan awal sebuah startup logistik mengalami bongkar pasang model bisnis. Fenomena itu terjadi salah satunya riset pasar yang menjadi acuan sebuah perusahaan startup tak selamanya sesuai harapan ketika dijalankan. Ditambah pasar logistik yang begitu luas memungkinkan startup logistik untuk mengganti atau cukup fokus pada satu lini bisnis saja.

“Semua menyadari logistik ini potensi marketnya besar. Banyak solusi yang bisa ditawarkan, karena problemnya memang banyak. Dan masing-masing startup yang bermunculan memiliki latar belakang berbeda-beda. Komptensi yang berbeda, kekuatan modal yang berbeda pula. Wajar kalau awal-awal berdiri mereka masih mencari bentuk atau bongkar pasang model bisnis,” ucap Hendra Wijaya, Wakil Ketua Harian ILC.

Terpenting, lanjut Hendra, sejauh pegeseran model bisnis itu benar-benar memberikan solusi dan membuat startup logistik bisa bertahan tidak menjadi masalah. Sebab sebagai perusahaan teknologi dan inovasi, sudah seharusnya startup logistik cepat beradaptasi terhadap kebutuhan pasar. Tanpa itu semua justru akan membuat startup logistik tak lama bertahan.

“Itu bagian dari yang disebut startup life. Bisa dikatakan sekitar 80 persen perusahaan startup dalam perjalanannya mengalami pergeseran, termasuk startup logistik. Menurut saya normal-normal saja. Karena mungkin, ketika memulai menganggap first mile delivery menjanjikan, tapi seiring berjalan waktu ternyata cukup fokus fulfillment saja. Fenomena ini terjadi, dan banyak,” kata Hendra menjelaskan.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: ILC



Related Articles

Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix