IIBT 2016 & INAPA 2016 Butuh Suport Penuh dari Pengusaha Karoseri

13 / 01 / 2015 - in News

Ajang pameran khusus truk dan kendaraan niaga terbesar di Indonesia, The 7th Indonesia International Bus, Truck and Component Exhibition (IIBT) 2016, rencananya bakal kembali dihelat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, IIBT juga akan disandingkan dengan pameran The 8th Indonesia International Auto Parts, Accessories and Equip Exhibition (INAPA) 2016.

Tentunya tetap menggandeng pihak-pihak yang berkepentingan di dalamnya seperti Askarindo (Asosiasi Karoseri Indonesia), serta CPTA (China Public Transportation Association), dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Perindustrian RI.

Menurut Sommy Lumadjeng, Ketua Umum Askarindo, pihaknya terus menghimbau agar para pengusaha di industri karoseri dan komponen otomotif pendukungnya juga mau ikut serta di IIBT dan INAPA. “Saya sangat berharap supaya teman-teman di industri karoseri di seluruh Indonesia mau bergabung meramaikan pameran ini. Sebab keran perdagangan bebas di wilayah Asia seperti MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) sudah di depan mata, dan mau tidak mau kita harus mampu bersaing secara fair,” urai Sommy.

Gelaran IIBT yang ke-7 kalinya dan INAPA untuk ke-8 kalinya ini akan mengusung tema, Mendorong Pertumbuhan Industri Karoseri dan Komponen Otomotif Nasional, dan kedua event tersebut akan dilangsungkan bersamaan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, 29 Maret 2016 sampai 1 April 2016.

Menurut Baki Lee, ajang pameran ini menjadi lebih manarik karena memiliki potensi besar untuk memajukan industri kendaraan niaga. “Tentu ini merupakan potensi terbesar untuk pertumbuhan industri pendukung otomotif nasional. Selain itu, pameran komponen dan pendukung otomotif ini sudah menjadi ajang pameran terbesar di Asia Tenggara,” jelas Direktur PT Global Expo Management (GEM) di acara press conference IIBT 2016 & INAPA 2016, Rabu (13/01).

PT Global Expo Management (GEM) sebagai promotor acara ini mengklaim, bahwa pameran ini akan diramaikan sekitar 1.100 peserta dari 21 negara, dan GEM sendiri mematok target transaksi sebesar Rp 2,5 triliun. “Menurut saya, target ini sangat realistis dengan kondisi ekonomi saat ini, sebab tahun lalu saja kita mampu mencapai omset Rp 2,5 triliun,” ungkap Baki Lee kepada TruckMagz di sela acara press conference.

Teks dan Foto : Antonius S



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix