HPPI Sebut Pengemudi Truk di Bumiayu Tidak Kompeten

21 / 12 / 2018 - in News

Himpunan Profesi Pengemudi Indonesia (HPPI) menilai pengemudi kecelakaan truk maut yang terjadi di jalan Jatisawit, Bumiayu, Kabupaten Brebes beberapa waktu lalu tidak kompeten dalam mengemudi.

Dalam hal ini, pengemudi dianggap tidak memahami teknik pengoperasian kendaraannya, terutama ketika di jalan menurun yang seharusnya tidak menggunakan transmisi rendah dan hanya bertumpuh pada rem utama. Cara tersebut dapat berdampak overheating pada kendaraan yang berakibat kegagalan rem atau lebih dikenal rem blong.

“Selain itu jalan setelah turunan jembatan (flyover Kretek) terlalu sempit. Oleh karena itu kecakapan pengemudi terhadap jalan yang dilewati harus dipahami betul. Pengemudi perlu tahu setiap medan jalan ada berapa tikungan dan titik-titik blakspot (rawan kecelakaan). Harus dipahami dan dihafal oleh para pengemudi sehingga menjadi panduan mereka agar dalam perjalanan aman,” ujar Eddy Suzendi, Ketua HPPI.

Lebih lanjut Eddy menjelaskan, kesalahan pengemudi lainnya adalah tidak memanfaatkan engine brake untuk mengurangi laju kendaraannya. Jika kendaraan tersebut melebihi muatan, menurutnya, pengemudi semestinya paham bahwa saat  terjadi rem blong di jalan menurun akan membuat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Terlebih kondisi jalan turunan di flyover tersebut memiliki jarak yang panjang, sehingga membuat laju kendaraan semakin cepat.

Diketahui, dalam kecelakaan yang terjadi pada 10 November lalu, truk bernomor polisi B 9370 WYT menabrak sejumlah kendaraan bermotor terdiri dari 20 sepeda motor dan 13 mobil. Selain merenggut nyawa lima orang, kecelakaan juga mengakibatkan enam orang luka.  Truk bermuatan beras dengan tujuan Jakarta tersebut mengalami rem blom saat berada di jalan turunan flyover Kretek.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Istimewa



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

logo-chinatrucks300 327pix