HPPI Minta Kemenhub Wajibkan Diklat Pengemudi

05 / 10 / 2018 - in News
001 (1)

Himpunan Profesi Pengemudi Indonesia (HPPI) meminta Kementerian Perhubungan membuat aturan tentang rekrutmen pengemudi angkutan penumpang dan barang harus melalui tahap pendidikan dan pelatihan (Diklat). Peraturan ini dinilai efektif untuk menekan angka kecelakaan yang selama ini kerap melibatkan bus dan truk. Pengamatan HPPI, saat ini banyak perusahaan angkutan dalam proses perekrutan pengemudinya tanpa proses semestinya.

Padahal sebenarnya dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan jelas bahwa pengemudi angkutan umum sebelum mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan. “Sudah saatnya pemerintah mewajibkan setiap perusahaan angkutan mempekerjakan pengemudi yang berbasis kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan,” ujar Eddy Suzendi, Ketua Himpunan Profesi Pengemudi Indonesia.

Menurut Edy, perusahaan angkutan memiliki tanggung jawa besar akan keselamatan penumpang dan barang yang diangkut. Oleh karena itu, keberadaan pengemudi yang berkompetensi memiliki peran vital dalam menjamin keselamatan tersebut. “Faktanya profesi ini gampang didapat dan perusahaan gampang mencari lagi yang baru kalau pengemudinya macam-macam. Sayangnya kompetensinya tidak terjamin,” tambahnya.

Ungkapan HPPI cukup beralasan jika merujuk kecelakaan bus pariwisata yang terjadi di daerah Cikidang, Kabupaten Sukabumi pada 8 September 2018 lalu. Ditemukan fakta oleh pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bahwa penyebabnya pengemudi diperkirakan tidak menguasai kendaraan yang dikemudikan sehingga terjadi kegagalam rem atau rem blong. Fakta ini mirip dengankejadian kecelakaan bus sebelumya yang terjadi di tanjakan Emen, Subang pada awal tahun 2018 lalu.

Teks: Abdul

Foto: Youtube



Sponsors

NEW_327X300_

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix