Hino Dukung Proyek Infrastruktur Pemerintah di 2016

09 / 03 / 2016 - in Berita

Sepanjang periode 2015 menjadi tahun yang berat bagi industri pasar kendaraan niaga di Indonesia. Hal ini dipengaruhi melemahnya pertumbuhan ekonomi global sehingga berdampak pada melemahnya ekonomi Indonesia, khususnya di sektor pertambangan yang sangat berimbas terhadap serapan pasar kendaraan angkutan berat Hino.

Sebelumnya Santiko Wardoyo, Sales & Promotion Director PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), mengungkapkan kepada TruckMagz perihal anjloknya demand dari sektor pertambangan ini. “Untuk varian dump truck Hino memang terkena dampaknya. Sejak tahun 2012 ketika industri pertambangan sedang bagus-bagusnya, kontribusi kita hampir sekitar 50 persen (model dump truck 6×4), dan sekarang untuk model dump truck 6×4 Hino hanya bermain sekitar 36 persen,” urai Santiko.

Berdasarkan data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara retail sales pasar kendaraan komersial nasional selama 2015 untuk kategori medium duty truck mengalami penurunan sebesar 27 persen (17.605 unit) dibandingkan tahun 2014.

Meski begitu, Hino masih mampu tingkatkan kinerja positif-nya dengan mengerek market share hingga 62 persen (10.856 unit) di segmen medium duty truck (MDT), dibandingkan tahun 2014 yang memperoleh 60,3 persen.

Sementara di segmen light duty truck (LDT) yang diisi Hino Dutro sebagai produk unggulannya, berhasil meraup pangsa pasar sebesar 17.25 persen (11.158 unit) dibandingkan tahun 2014 yang hanya membukukan perolehan 16 persen dari total pasar di segmen LDT. Hal ini kian memposisikan Hino sebagai market leader di segmen MDT selama 16 tahun berturut turut.

HMSI terlihat optimis menghadapi tantangan pasar kendaraan niaga di tahun ini. Santiko mengungkapkan hal ini di acara Hino Media Gathering 2016, dan menyatakan saat ini permintaan untuk model dump truck 6×4 atau varian Hino New Ranger lebih banyak datang dari sektor infrastruktur.

Santiko tak menampik jika pihaknya tengah membidik pengadaan dalam proyek-proyek infrastruktur strategis dari pemerintah di 2016 ini. “Memang besar peluangnya untuk ke arah situ (proyek infrastruktur strategis pemerintah). Sekarang ini memang yang paling banyak punya duit adalah perusahaan milik pemerintah, dan kami intinya mendukung proyek pemerintah itu,” ungkap pria ramah ini lagi.

Tak pelak jika HMSI di tahun 2016 ini mematok target untuk dapat menguasai 65 persen pangsa pasar MDT dan 20 persen market share LDT. “Target di tahun 2016 secara keseluruhan atau target nasional akan kami naikan dari perolehan di tahun lalu, sekitar 10 persen atau 25 ribu unit untuk keseluruhan model yaitu light duty, medium duty, dan heavy duty,” tandas Santiko.

Rencana ini juga dibarengi dengan perluasan jaringan penjualan dan purna jual Hino hingga lebih dari 170 outlet di tahun 2016, yang sebelumnya hingga akhir 2015 lalu masih tercatat 164 jaringan penjualan dan purna jual Hino di seluruh Indonesia.

Teks : Antonius S

Foto : HMSI



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix