Harapan Pelindo IV agar Pemerintah Dukung Regulasi Ekspor dari Makassar

14 / 03 / 2016 - in Berita

PT Pelindo IV (Persero) berharap dukungan pemerintah terkait regulasi agar dapat menggenjot volume ekspor, utamanya yang melalui direct call atau sistem pengapalan langsung ke luar negeri melalui Terminal Petikemas Makassar.

GM Terminal Petikemas Makassar Pelindo IV Muhammad Basir mengatakan, saat ini komoditas ekspor Sulsel yang lewat Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya rerata antara 2.000 hingga 2.500 TEUs per bulan.

“Padahal areal petikemas kami cukup luas yaitu 12 hektare. Fasilitas yang kami miliki juga sama dengan yang ada di Pelindo I, II dan III. Bahkan, Terminal Petikemas Makassar (TPM) pernah mendapat penghargaan sebagai TPM dengan pelayanan tercepat. Tetapi kenapa masih banyak komoditas ekspor Sulsel yang harus melalui Surabaya? Hal itu karena masih banyaknya komoditas ekspor Sulsel yang terganjal dengan regulasi, belum lagi hambatan-hambatan lainnya,” papar Basir saat menerima kunjungan Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Rumput Laut Indonesia di TPM, Sabtu (12/3).

Menurutnya, untuk mendukung peningkatan ekspor melalui direct call, Pelindo IV bahkan telah memberikan kebijakan insentif berupa diskon tarif antara 20% hingga 30% kepada perusahaan-perusahaan pelayaran atau shipping lines.

“Tetapi saat ini, yang menikmati insentif tersebut baru SITC karena baru perusahaan pelayaran ini yang berani melakukan direct call dari TPM. Padahal, kami juga membuka kesempatan serupa bagi shipping lines-shipping lines lainnya,” ujarnya.

Koordinator Wilayah Indonesia Timur Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), Sani Azis Husain mengatakan sejak direct call perdana pada 5 Desember 2015, pihaknya selalu berperan aktif mendukung kegiatan tersebut dengan selalu melakukan ekspor rumput laut yang jumlahnya terus ditingkatkan.

Bagi para pengusaha di Sulsel lanjut Sani, direct call sebenarnya sudah ditunggu-tunggu sejak 32 tahun lalu. Bersyukur, direct call kini bisa terwujud, sehingga memudahkan para pengusaha melakukan aktivitas bisnisnya, terutama mengirim komoditas ke luar negeri secara langsung.

 

Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Nurlaila Nur Muhammad mengungkapkan pihaknya akan segera mengumpulkan data, terkait keluhan para eksportir khususnya yang ada di Sulsel. Secepatnya, pihaknya juga akan mencari solusi terbaik agar kendala tersebut tidak semakin berlarut-larut.

“Kami segera mencari tahu dan mendata, kira-kira komoditas apa saja dari Sulsel yang sertifikatnya masih harus dikeluarkan oleh Surabaya. Jika sertifikatnya bisa dikeluarkan di Makassar, akan kami usahakan agar tidak lagi harus melalui Surabaya,” kata Nurlaila.

Dia juga mengatakan, hingga saat ini sekitar 80% hingga 90% komoditas yang diangkut dari TPM adalah rumput laut. Dia berharap asosiasi lainnya juga ikut terlibat dalam kegiatan direct call ini, mengingat masih cukup banyak komoditas unggulan Sulsel yang juga dikirim ke luar negeri, seperti marble, ikan segar, udang, kayu, kakao dan komoditas lainnya.

Dia menambahkan, dari volume ekspor komoditas asal Sulsel sebanyak 2.000 hingga 2.500 TEUs perbulan, saat ini SITC baru mendapatkan share sebesar 20% dari seharusnya 40% yang diangkut.

Teks : Sigit A

Data : Pelindo IV



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix