Hadapi Era Disrupsi, Perlu Integrasi antara Pemerintah dan Korporasi

26 / 06 / 2020 - in Berita

Pandemi Covid-19 di Indonesia memiliki dampak multi sektor, dari kesehatan, pendidikan, sosial hingga ekonomi. Dr. Nofrisel selaku Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) pada Webinar ALI East Java Chapter yang berjudul Managing Supply Chain Disruptions in The New Era of Reality pada Kamis (25/6) mengatakan bahwa Covid-19 perlahan telah menciptakan masalah pada perekonomian global. “Meskipun begitu, ada sisi positifnya yaitu sektor logistik adalah salah satu dari 12 sektor yang dikecualikan dari kebijakan PSBB, bukan karena dari urgensinya tetapi sifatnya. Selain itu Covid-19 adalah momentum titik balik bagi perusahaan untuk kelangsungan hidup. Artinya logistik adalah salah satu bisnis yang diprediksi tetap booming. Dari keadaan ini, logistik juga bisa diaplikasi secara online. Yang perlu diperhatikan disini adalah perusahaan yang bertahan bukan perusahaan besar, tetapi perusahaan besar yang bisa beradaptasi dengan kondisi salah satunya adalah membuat perubahan pada inovasi dan model bisnis secara cepat,” terangnya.

Dalam paparannya Dr. Nofrisel menjabarkan dari data Bulan April International Monetary Fund bahwa pertumbuhan global diproyeksikan pada mendekatai minus 3 persen pada tahun 2020. “ Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang lebih negatif pada aktivitas di semester pertama 2020 daripada yang diperkirakan, dan pemulihan diproyeksikan lebih bertahap dari perkiraan sebelumnya. Dengan itu masa pandemi ini bisa menciptakan peluang bagai perusahaan untuk saatnya inovasi produk, ini juga moment yang baik untuk implementasi teknologi yang relevan, sehingga bisa menghasilkan diferensiasi dan diversifikasi. Saat ini juga sesuai untuk membangun kemampuan dan kompetensi SDM dan mulai mengembangkan model bisnis,” tambahnya.

Dr. Nofrisel memberikan saran ke pemerintah mengenai strategi yang bisa diaplikasikan. “Sama halnya keberadaan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional yang diharapkan dapat membantu pemerintah pusat maupun daerah dalam membuat rencana pembangunannya sehingga sumber daya nasional. Pengelolaan sektor logistik tidak dapat dikerjakan hanya mengandalkan kebijakan pemerintah (industrial adjustment policies) saja tetapi juga bisa diserahkan kepada pemain korporasi (organic growth policies). Keduanya membutuhkan integrasi dan sinergi kepentingan sehingga melahirkan output yang positf bagi kemajuan dan kepentingan bangsa dalam arti seluas luasnya. “ katanya.

Editor : Sigit

Foto : TruckMagz



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix