Gap Kecepatan Jadi Isu Krusial Speed Management di Indonesia

28 / 07 / 2022 - in Berita

IRAP (International Road Assessment Program) membuat ambang batas gap kecepatan yaitu 30 kilometer per jam (kpj). Ketika gap tersebut lebih besar maka risiko terjadi tabrak depan belakang akan semakin tinggi. Kenyataaanya gap di jalan tol di Indonesia saat ini bisa mencapai 100 kpj artinya gap tersebut tidak mampu ditoleransi oleh waktu reaksi manusia.

Dalam acara Pembinaan Teknis Manajemen Batas Kecepatan Tahun 2022 yang dilaksanakan secara hybrid pada Rabu (26/7), Ahmad Wildan Plt Ketua Sub Komite LLAJ Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyinggung isu besar dalam speed management yaitu underspeed.

“Bicara speed management pada kendaraan orang dan barang, jujur ini agak spesifik. Kendaraan orang seperti bus dan mobil bisa melaju kencang maka itu kecepatannya dibatasi. Sedangkan truk ini tidak didesain untuk melaju cepat tapi bisa membawa barang berat. Pada speed management ada isu gap setiap kenaikan gap lebih besar maka risiko tabrak depan belakang makin tinggi,” terang Wildan.

Di jalan masih banyak truk-truk ODOL (Over Dimension Over Loading) yang berjalan dengan kecepatan maksimal 40 kpj. kendaaran barang dengan kecepatan rendah seperti ini pada akhirnya membentuk gap kecepatan yang sangat tinggi dan ini sangat berbahaya. ‘”Fatalitasnya tinggi sekali. Risiko kendaraan barang saat ini adalah underspeed. Karena final gear ratio-nya sudah diatur. Torsi besar, kuat membawa beban tapi kecepan maksimal tidak bisa sampai 60 kpj,” tambah Wildan.

Maka dari itu di jalan tol diatur kecepatan maksimal 100 kpj dan minimal 60 kpj. “Ini untuk memperkecil gap kecepatan. Gap kecepatan ini sangat krusial. Isu strategis di kendaraan barang ini menghadapi sesuatu yang sulit. Ketika overload dan tidak mampu melaju sedangkan jalan tol di desain bagus. Maka jalan tol ini bisa lebih baik dengan kondisi kecepatan arus bebas. Namun, jalan non tol tidak didesain dengan kecepatan tinggi. Maka dari itu di jalan tol ada batasan minimal 60 kpj dan maksimal 100 kpj. Dengan aturan begini saja, pemerintah sudah menjual risiko. Dan prakteknya masih banyak yang tidak patuh. Kendaraan pribadi melaju lebih dari 100 kpj dan truk melaju kurang dari 60 kpj. Sehingga kecelakaan di jalan tol masih tinggi. Jadi masalah ini bukan pada batasan kecepatan, tetapi gap kecepatan, kerena berkaitan dengan waktu reaksi manusia.” jelasnya.

Editor : Sigit

Foto : KNKT



Sponsors

 

logo-chinatrucks300 327pix