Gaikindo Lepas Tangan Soal After Sales Service Truk Impor Bekas

19 / 02 / 2016 - in Berita

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.127 yang berisi tentang pernyataan yang membolehkan perusahaan pengguna, perusahaan rekondisi, maupun remanufaktur untuk mendatangkan aneka jenis barang modal dalam kondisi bekas termasuk kendaraan truk bekas (used truck), banyak menuai kontroversi dari pelaku bisnis yang bermain di sektor kendaraan niaga.

Seperti disayangkan oleh para agen pemegang merek (APM) truk, terutama yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Seperti diutarakan Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo beberapa waktu lalu kepada TruckMagz, yang berargumen bahwa truk-truk bekas tersebut masuk ke ranah bisnis APM truk di Indonesia langsung melalui jalur importir umum.

“Bagi kami sebenarnya kebijakan ini (Permendag No.127) sangat disayangkan. Ketika truk bekas itu diimpor masuk ke Indonesia, pihak APM juga tidak dilibatkan. Wajar kalau pihak APM lepas tangan soal after sales service-nya. Seperti dalam hal pengadaan suku cadang maupun untuk perbaikan, yang memerlukan kontribusi bengkel resmi di jaringan purna jual APM yang bersangkutan,” ungkap Jongkie.

Artinya, truk yang diimpor dalam kondisi second tanpa melalui jalur APM bakal secara terang-terangan diboikot oleh para pemegang merek resmi tiap pabrikan truk yang berdomisili di Indonesia, khususnya yang tergabung di Gaikindo. Lantaran dianggap bukan menjadi tanggungjawab pihak APM terkait dengan brand yang diusungnya.

Jongkie menambahkan, pihak APM di Indonesia hanya bertanggungjawab pada kendaraan truk yang dipasarkan di pasar domestik Indonesia melalui masing-masing APM seperti Mitsubishi Fuso, Nissan Diesel, Hino, FAW, Isuzu, Mercedes-Benz, UD Trucks, dan Volvo. “APM punya kewajiban atas semua produk yang dijualnya tersebut di Indonesia, sebagai bentuk tanggungjawab dalam hal pemenuhan perlindungan hak-hak konsumen,” imbuhnya.

APM mungkin saja dapat bertanggungjawab atas servis dan penyediaan sukucadang truk impor bekas, “Tapi dengan catatan, kalau pihak APM yang bersangkutan yang melakukan impornya langsung, dan itu pun belum tentu APM-nya mau berbisnis truk bekas,” tutup Jongkie.

Teks : Antonius S

Sumber foto : Istimewa



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix