Frost & Sullivan Prediksi Industri Logistik Indonesia Meningkat di 2016

03 / 03 / 2016 - in Berita

ndustri logistik Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan di tahun ini hingga 2020 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Gopal R., Global Vice President Transportation and Logistics Practice Frost & Sullivan dalam keterangan resminya, Kamis (3/Mar).

Menurut Gopal, sepanjang tahun 2015 pertumbuhan pasar transportasi logistik mencapai 5% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Meski begitu, Gopal memprediksi akan terjadi peningkatan sekitar 5%-10% di tahun 2016 ini, hingga di 2020 pun akan bertumbuh hingga 15,4% atau setara Rp 4.396 triliun.

Perkiraan Gopal ini dilandaskan dari meningkatnya kegiatan industri dalam negeri hingga 2020, akibat dampak dari pertumbuhan ekspor produk manufaktur dalam negeri, percepatan pembangunan di sektor infrastruktur, ditambah dengan persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saat ini yang tentunya akan menarik banyak investasi asing masuk ke Indonesia.

Selain itu, menurut Gopal, industri perdagangan berbasis elektronik atau e-commerce juga akan mendorong pertumbuhan angkutan kargo, transportasi logistik melalui udara serta penambahan jumlah areal pergudangan di Tanah Air.

Gopal berharap agar program percepatan pembangunan infrastruktur yang sedang dikebut pemerintah saat ini, dapat rampung sesuai deadline yang ditargetkan. Sehingga akan mendukung proses pendistribusian barang khususnya melalui jalur darat, dan diimbangi dengan moda transportasi berkelanjutan (multimoda).

Selain itu, Gopal mengatakan bahwa pemerintah diharapkan dapat menerapkan insentif yang menarik bagi para pelaku industri transportasi dan logistik, dengan mengacu pada kebijakan yang jelas dan tidak saling tumpang-tindih. Hal ini demi untuk menarik minat investor dalam berinvestasi di pasar domestik Indonesia.

Teks : Antonius S

Sumber foto : YouTube



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix