Empat Tahap Memaksimalkan Muatan Balik Tol Laut Versi SCI

30 / 11 / 2018 - in News
Muatan Balik

Supply Chain Indonesia (SCI) memilki empat cara agar pemerintah bisa memaksimalkan muatan balik dari Tol Laut dari kawasan timur Indonesia. Metode ini diyakini bisa diterapkan untuk beberapa komoditas hasil peternakan, seperti daging sapi dan daging ayam ras. Dengan catatan, ada dukungan sinergis dari kementerian atau lembaga terkait, pelaku usaha, penyedia jasa logistik, transportasi dan pemerintah daerah.

“Hal pertama yang perlu dilakukan pemerintah, melakukan pemetaan pasokan dan permintaan untuk mengetahui wilayah produksi berikut jenis dan pasokannya. Demikian pula dari sisi permintaannya. Kedua, penyiapan infrastruktur sesuai dengan karakteristik komoditasnya,” kata Setijadi, Chariman SCI beberapa waktu lalu.

Ia mencontohkan komoditas perikanan, membutuhakan sarana dan prasaranan rantai dingin (cold chain) berupa air blast freezer, cold storage, ice flake machine dan refrigerated truck. Semuanya itu membutuhkan listrik yang besar, sehingga pemerintah perlu mengembangkan listrik tenaga surya di beberapa wilayah tertentu.

Tahap berikutnya, dalam sistem distribusi perlu dilakukan konsolidasi muatan karena titik-titik produksi perikanan sangat tersebar hingga ke tingkat nelayan. Terakhir, perlu ada peningkatan kemampuan penanganan logistik semua pelaku secara end-to-end. Mulai dari titik produksi, pengumpulan, pengangkutan hingga penjualan atau pengolahan.

“Pemerintah daerah yang dilewati Program Tol Laut harus memanfaatkannya tidak hanya untuk meningkatkan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting. Tetapi dapat juga mengurangi disparitas harga dan mendorong komoditas di wilayahnya,” ucapnya.

Diketahui, Kementerian Perhubungan pada tahun 2019 berencana mencabut subsidi biaya pengangkutan yang dilakukan operator perusahaan BUMN dalam Program Tol Laut. Hal itu terpaksa diakukan jika pihak operator tidak bisa memenuhi standar minimal muatan balik sebesar 30 persen.  Padahal program Tol Laut telah berjalan sejak tahun 2016, namun dalam realisasinya muatan balik yang diperoleh masih rendah.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Pelindo



Related Articles

Sponsors

GIIAS

KI-2018-Web-Banner-320x327 (TruckMagz)

1cemat-banner300-80-cn 

logo-chinatrucks300 327pix

FA-CVL-Digital-Banner-300x327-pixel