Ekspor Nonmigas Maret 2021 Jadi yang Tertinggi Sejak Krisis 1998

05 / 05 / 2021 - in Berita

Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2021 mencatat surplus USD 1,56 miliar, lebih tinggi dibandingkan surplus Maret 2020 sebesar USD 0,71 miliar. Surplus ini melanjutkan posisi surplus neraca perdagangan yang sudah dicapai sejak 11 bulan lalu.

Surplus neraca perdagangan kali ini terdorong oleh surplus di sektor nonmigas terutama komoditas unggulan, seperti minyak kelapa sawit, batu bara, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektronik, serta emas dan perhiasan.

Menteri Perdagangan (Mendag) M. Lutfi mengatakan bahwa ekspor nonmigas Indonesia pada Maret lalu mencapai USD 17,45 miliar. “Ini adalah ekspor nonmigas terbesar dan tertinggi dalam sejarah kita sejak krisis 1998 lalu,” ujar Mendag, Rabu (5/5).

Pemulihan ekonomi nasional terlihat dari meningkatnya penjualan kendaraan bermotor pasca-relaksasi PPnBM Sektor Otomotif, dan penjualan di sektor perumahan pasca-relaksasi PPN DTP Sektor Properti yang dikeluarkan pemerintah awal Maret lalu.

Pada Maret 2021 tercatat penjualan mobil mengalami peningkatan yang tajam, yaitu 28,2 persen. Sedangkan penjualan rumah mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 39,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menjelaskan bahwa insentif otomotif dan sektor properti akan mendorong industri. “Kemudian program harga gas USD 6 juga mendorong industri berdaya saing tinggi. Program sertifikasi pelaku PDN akan memperluas pasar, dan program neraca komoditas akan memastikan industri memperoleh bahan baku yang dibutuhkan,” kata Menperin, Rabu (5/5).

Sebagai informasi, realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 30 April 2021 mencapai Rp 155,63 triliun, atau 22,3 persen dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp 699,43 triliun.

Khusus untuk program Dukungan UMKM telah terealisasi sebesar Rp 40,23 triliun, atau 20,8 persen dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp 191,13 triliun. Sedangkan realisasi untuk program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 12,8 triliun, atau 88,11 persen dari pagu yang mencapai 15,36 triliun.

 

Editor: Antonius
Foto: Dok. TruckMagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix