e-Commerce Rangsang Digitalisasi Logistik

26 / 09 / 2019 - in News

Laporan Google Temasek pada awal tahun ini menunjukan transaksi online di Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Penjualannya selama 2018 mencapai USD 2,7 atau setara Rp 29,68 triliun. Momen Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang digelar setiap akhir tahun, dianggap memberi kontribusi besar dalam transaksi online. Diperkirakan belanja online tumbuh 21 persen setiap tahun, dan diperkiranan mencapai 119 juta pembeli online pada 2025.

Besarnya potensi belanja online ini menarik pelaku bisnis lokal turut maramaikan pasar e-commerce dalam negeri, seperti MSP Mall. “September 2018 lalu kita baru mulai. Awalnya cuma jual produk harian. Tapi seiring waktu MSP Mall juga menjual barang fashion, elektronik hingga otomotif,” kata Erwin Tanes, Director of Sales Marketing Operation MSP Mall, saat ditemui di pameran e2e Commerce Indonesia, Kamis (26/9/2019).

Perusahaan yang berbasis di Medan ini mengklaim telah memiliki lebih dari 300.00 pengguna dan variasi produk mencapai lebih dari 20.000 item. Menurut Erwin, pasar e-commerce masih sangat besar untuk bisa dimanfaatkan. Untuk itu agar mampu bersaing, pihaknya menyiapkan beragam strategi agar dilirik oleh pasar. Seperti promo bebas ongkos kirim sampai kemudahan transaksi pembayaran lewat uang elektronik.

Strategi MSP Mall cukup beralasan, mengingat hasil riset Snapchart Indonesia, bahwa 15 persen pengguna aplikasi uang eletronik di Indonesia digunakan untuk bertransaksi e-commerce. Sisanya digunakan untuk transaksi retail (28 persen), transportasi online (27 persen), pemesanan makanan (27 persen) dan pembayaran tagihan (17 persen.

Perilaku transaksi itu kemudian turut mempengaruhi penyedia layanan kurir JNE menggandeng dua platform uang elektronik sekalgus, GoPay dan OVO pada Agustus tahuni ini. “JNE selalu berupaya meningkatkan pelayanan dan menjangkau semua kebutuhan pelanggan. Salah satunya dengan menghadirkan sistem pembayara cashless atau digital payment,” ucap Eri Palgunadi, VP of Marketing JNE dalam keterangan tulisnya beberapa waktu lalu.

Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 7.000 titik layanan JNE di seluruh Indonesia dapat melakukan pembayaran secara digital. OVO diketahui telah tersedia di lebih dari 300 kota di seluruh Indonesia dan menjadi mitra transaksi pembayaran di 90 persen mal tanah air. Sementara GoPay, telah memiliki mitra usaha sebanyak 420.00 yang 90 persenmerupakan UMKM.

Manisnya pasar e-commerce juga menjadi daya tarik bank konvensional yang kini sedang giat melaukan transformasi digital. Cara ini diyakini akan jadi senjata bagi perbankan untuk bisa menjaga perolehan laba di tengah tren margin bunga bersih yang mengarah pada penurunan. Digitaliasasi diharapkan bakal mendorong efisiesni berbagai biaya.

“Hampir semua bank konvensional khusus bank-bank besar melakukan transformasi digital. Dan itu yang kami sedang lakukan sejak Maret lalu, secara corporate value berubah. Tadinya melayani kredit pensiun dan pegawai secara konvensional, kini beralih ke bisnis ritel,” ujar Arya Wicaksana, Digital Bank Yudha Bakti saat menjadi pembicari di konfrensi E2e Commerce Indonesia.

Seperti diketahui, Bank Yudha Bakti (BYB) sejak Maret 2019 lalu telah diakusisi fintech (financial technology) Akulaku dengan membeli sebagian saham melalui PT Akulaku Silvr Indonesia. Ekspansi bisnis yang dilakukan Akulaku, memungkinkan BYB memperluas pasar kreditnya melalui layanan berbasis fintech. Dengan sasaran tak hanya individu, tetapi sektor lain seperti pertanian, UMKM termasuk e-commerce.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Abdul



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

logo-chinatrucks300 327pix