Dwelling Time Pelabuhan Tanjung Priok Lampaui Target Presiden

16 / 03 / 2016 - in Berita

Dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara kini sudah mencapai 3,64 hari. Waktu tersebut sudah melampaui target yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, Presiden telah menargetkan waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan bisa ditekan hingga 4,7 hari.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Presiden Joko Widodo meminta menteri terkait mencontoh sistem bongkar-muat di negara tetangga. Misalnya, mencontoh sistem yang diterapkan Singapura yang dwelling time-nya hanya satu hari.

Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono mengatakan, saat ini seluruh jajaran telah bekerja dan membereskan semua yang menghalangi lamanya proses dwelling time di pelabuhan. Mulai dari pre clearence, custom clearance, hingga post clearance.

“Semuanya kita bereskan, pre clearence deregulasi-deregulasi sudah kita bereskan, custom clearance sudah 0,4 hari di sana sudah nggak bisa diperas lagi. Kalau diperas lagi, nggak ada pemeriksaan. Post clearance juga kita bereskan, yang perlu kita bereskan infrastrukturnya Tanjung Priok, itu keluar udah macet,” ungkap Agung.

Agung juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya berusaha untuk memenuhi permintaan presiden yang meminta waktu dwelling time untuk lebih dipersingkat lagi menjadi dua hari. “Ini tentu membutuhkan kerja keras dan berusaha dipenuhi satu atau dua bulan,” tandasnya.

Teks : Antonius S

Foto : Kemenko Maritim RI



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix