Dua Ruas Tol Ini Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumut

02 / 03 / 2016 - in Berita

Dua ruas tol baru di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yakni ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan ruas Medan-Binjai, saat ini sedang dikebut penyelesaiannya oleh pemerintah. Kedua ruas tol tersebut merupakan bagian dari 25 ruas Jalan Tol di Pulau Sumatera yang akan dibangun sepanjang 2.819 kilometer.

Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi memiliki total panjang 61,70 kilometer, terdiri dari seksi Tanjung Morawa (Medan)-Perbarakan-Kualanamu sepanjang 17,80 kilometer yang pembangunannya dikerjakan Pemerintah melalui pendanaan APBN di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sisanya sepanjang 43,90 kilometer akan digarap oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasa Marga Kualanamu Tol yang terdiri dari dua seksi, yaitu Seksi I Perbarakan-Lubuk Pakam dan Seksi II Lubuk Pakam-Tebing Tinggi.

Biaya investasi pembangunan jalan tol ini mencapai Rp 4,1 triliun, dengan masa konsesi pengusahaan yang diberikan kepada PT Jasamarga Kualanamu Tol selama 40 tahun.

Konstruksi jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dirancang memiliki 2×2 lajur pada tahap awal, dan 2×3 lajur pada tahap akhir dengan rencana batas kecepatan 100 km/jam. Tarif untuk kendaraan golongan I akan dikenakan sebesar Rp 744/km.

Hingga saat ini progres kontruksinya telah mencapai 6 persen dengan pembebasan tanah telah mencapai 85,98 persen. Ditargetkan ruas tol ini akan beroperasi pada tahun 2017. Jalan tol ini merupakan jalur alternatif kendaraan dari Medan ke arah Timur menuju Tebing Tinggi dan terkoneksi dengan Jalan tol Belmera-Medan-Tanjung Morawa (Belmera).

Soal pembebasan lahan, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto Husaini mengatakan, progres pembebasan lahan untuk pembukaan ruas tol Medan-Kualanamu sudah mencapai di atas 80 persen dan progres pembangunan fisiknya sudah mencapai 32 persen. Kemudian Perbarakan simpang Kualanamu-Tebing Tinggi yang panjangnya 44 kilometer pembebasan tanahnya sudah mencapai 82 persen.

Dari Medan ke arah Kualanamu (airport) sepanjang 17 kilometer pembangunannya dikerjakan oleh pemerintah karena Lalu lintas harian rata-rata (LHR)-nya masih rendah berbeda dengan Medan Binjai-Tebing Tinggi yang LHR-nya tertinggi di Sumatera Utara.

Untuk pembangunan ruas tol Medan-Binjai dengan panjang keseluruhan mencapai 16,72 kilometer (main road) dilakukan oleh PT Hutama Karya, dengan biaya investasi mencapai Rp 1,6 triliun dan masa konsesi pengusahaan jalan tol yang diberikan Pemerintah selama 40 tahun.

Pengerjaan konstruksi ruas tol Medan-Binjai dibagi menjadi tiga seksi yakni seksi 1 (Tanjung Mulia-Helvetia) sepanjang 6,2 kilometer, rencananya mulai dikerjakan Oktober 2015 hingga Desember 2016. Lalu seksi 2 (Helvetia-Semayang) sepanjang 6,1 kilometer yang akan dimulai pengerjaannya pada bulan April 2016 hingga Juni 2016. Sedangkan seksi 3 (Semayang-Binjai) sepanjang 4,2 kilometer yang sudah dikerjakan sejak Maret 2015 ditargetkan rampung pada Maret 2016 ini. Bila sudah beroperasi tarif tol yang akan dikenakan sebesar Rp 750/km untuk kendaraan golongan I.

Saat ini progress konstruksi ruas tol Medan-Binjai telah mencapai 5,8 persen, dengan progres pembebasan tanah mencapai 77,9 persen yang ditargetkan akan beroperasi pada Tahun 2018.

Ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan ruas tol Medan-Binjai merupakan bagian dari jalan tol di jalur Trans Sumatera, yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah dan dapat mengurangi biaya logistik. Sehingga kehadiran jalan tol ini akan mendorong peningkatan perekonomian di Pulau Sumatera khususnya Provinsi Sumut.

Teks : Antonius S

Foto : Kompu Kemen PUPR



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix