Djonny Hartono: Logistik dan Distribusi Produk Farmasi Berkualitas Tinggi

26 / 09 / 2017 - in CEO Interview, News

Djonny Hartono

PT Enseval Putera Megatrading Tbk. di bawah bendera Enseval distribution logistik memberi kontribusi terbesar dalam korporasi Kalbe Group, melalui layanan distribusi dan logistik sebagai menu utama dalam bisnisnya. Pada industri farmasi termasuk layanan distribusi logistiknya itu sendiri, sangat bersinggungan dengan regulasi pemerintah mengingat produk farmasi dan turunannya memiliki tingkat risiko tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan oleh konsumennya.

Kondisi ini tentu berdampak pula pada proses penyimpanan maupun pendistribusian produknya, yang membutuhkan treatment khusus yang berkualitas tinggi, dan tidak dapat disejajarkan dengan barang consumer goods pada umumnya. Menurut Presiden Direktur PT Enseval Putera Megatrading Tbk., Djonny Hartono, produk yang paling rentan dengan kondisi suhu ruangan saat penyimpanan adalah barang-barang yang mudah lumer. “Seperti soft gel, kemudian barang-barang yang standarnya harus di suhu antara 2-8 derajat Celcius seperti produk obat untuk kanker yang harus disimpan dalam chiller. Ketika mengirim juga perlu menggunakan stereofoam dan ditaruh thermometer di dalamnya untuk melihat suhunya berubah atau tidak. Jadi ini yang harus kami jaga betul-betul dalam proses penyimpanan dan pengirimannya, dan ini yang membedakan kita dengan distribusi untuk produk yang lain,” kata Djonny.

Terkait fasilitas seperti chiller room, cool room, ambient room, dan container chiller untuk menjaga setiap produk yang disimpan di gudang, Enseval Putera Megatrading telah memilikinya di 46 cabang dengan warehouse nya. “Gudang kita sekitar 78 persen merupakan warehouse milik sendiri yang ada di cabang-cabang Enseval. Selain itu, untuk warehousing kita punya sistem distribution center (DC) yang fungsinya untuk pooling barang dari pabrik kemudian dialokasikan ke seluruh cabang kami,” ujar Djonny.

Jika membahas tentang Enseval, menurut Djonny, kontribusi terbesar dalam bisnisnya memang disumbang dari segmen distribusi dan logistiknya. Dari 46 cabang yang dimilikinya terdapat pembagian divisi yang merangkap sebagai distributor resmi. Pertama adalah divisi produk-produk farma and medical device seperti alat kesehatan atau alat medis dengan obat-obat resep (farmamed). Kedua adalah divisi consumer health seperti produk dari Bintang Toejoe (extra joss, Bejo, Puyer obat sakit kepala), produk-produk Kalbe OTC dan Saka Farma. Untuk produk food and beverages di bawah bendera Kalbe OTC dengan range product seperti Promag, Procold, Mixagrip, Woods obat batuk, serta Hydro Coco dan Hale yang masuk kategori beverage.

Divisi ketiga untuk mengcover produk-produk Kalbe nutricional atau produk gizi. Seperti Prenagen, Chilkid, Chilgo. Kemudian divisi keempat adalah divisi khusus untuk external principal. “Kontribusi terbesar untuk divisi khusus ini berasal dari internal principal kami dengan kontribusi hampir 80 persen. Sisanya sekitar 20 persen berasal dari external principal,” kata pria berkacamata ini.

Djonny menuturkan bahwa secara revenue kontribusi terbesar berasal dari produk nutrisi, namun secara profit kontribusi terbesarnya di produk-produk farma (obat-obat dengan resep). “Memang di produk nutrisi harganya relatif mahal. Contohnya Susu morinaga untuk anak-anak atau Prenagen untuk ibu hamil, itu kan harganya cukup mahal sehingga kontribusi value terbesar di situ. Sedangkan produk farma lebih menguntungkan secara profitabilitas, karena barangnya kecil dan volumenya juga kecil tapi harganya mahal. Seperti itu lah komposisi bisnis di internal kami,” ungkapnya.

Enseval Mobile Order System
Demi menjaga dan terus meningkatkan kinerja perusahaan, Enseval Putera Megatrading menerapkan aplikasi berbasis sistem operasi Android. Djonny menerapkannya di tim sales yang selama ini banyak konsumen mengasumsikan bahwa sales hanya lah seorang salesman yang datang kemudian menawarkan barang dagangannya.

“Kami sudah melaunch sebuah aplikasi namanya Emos, Enseval mobile order system, yang berbasis Android dan dapat didonlot dari Google Play sejak pertengahan tahun 2016 dan dilaunch secara nasional pada 11 November 2016. Melalui Emos ini pelanggan bisa melakukan order langsung melalui aplikasi dan perannya juga untuk saling melengkapi bagi salesman. Artinya di sini, masih dibutuhkan human touch namun rulenya agak berubah. Aplikasi ini kita fokus awal ke apotik, di sini pelanggan bisa melihat kapan barangnya dikirim dan status barang. Kemudian di level transportasi juga bisa monitoring pergerakan driver kita dengan bantuan teknologi GPS di peranti gadget milik konsumen. Aplikasi ini ditujukan untuk lebih meningkatkan produktifitas mengikuti kemajuan zaman, dan untuk membangun network seluas-luasnya,” urai Djonny.

Dalam pengembangan bisnisnya, Enseval Putera Megatrading tetap fokus pada industri kesehatan, namun tetap melihat oportuniti yang dapat menunjang bisnis secara jangka panjang. “Sebab dalam bisnis distribusi barang itu bisa tetap hidup jika ada kesinambungan suplai. Kita berpikirnya memperkuat distribusi sambil kita mencari barang-barang yang memang kita bisa pegang dan disuplai ke kita dan kita mampu untuk mendistribusikannya. Maka munculah divisi medical device atau peralatan medis dengan anak perusahaan yang menanganinya yaitu PT Enseval Medika Prima. Secara Tbk. ini membantu Enseval secara keseluruhan,” ujar Djonny.

Simak wawancara lengkapnya dengan Djonny Hartono, President Director PT Enseval Putera Megatrading Tbk., dalam rubrik Leader Interview di majalah digital Truckmagz Edisi 30 (TruckMagz Edisi 30)

 

Editor: Antonius
Foto: Pebri



Related Articles

Sponsors