Ditjen Hubdat Manfaatkan Teknologi Informasi untuk Peningkatan Keselamatan Jalan

22 / 11 / 2021 - in Berita

Kementerian Perhubungan melalui Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat M Risal Wasal mengatakan berupaya menekan jumlah kecelakaan dengan memperbaiki sistem manajemen transportasi. Kemenhub menjelaskan, pihaknya sudah memulai mengembangkan sistem berbasis teknologi yang diterapkan di kendaraan, jembatan timbang dan juga pada pengemudi dalam FGD Manajemen Keselamatan Transportasi Darat Berbasis Teknologi Informasi Kamis (18/11).

Beberapa bentuk aplikasi teknologi sistem informasi menrut Risal seperti bluE, RFID (Radio Frequency Identification), dan sebagainya. “Kami tengah meningkatkan fungsionalitas Blu-e agar bebas dari pemalsuan, dengan pemasangan chip yang serupa dengan kartu ATM. Dengan adanya Blu-e ini maka semua data akan terekam dan ini akan memberikan keuntungan bagi pemilik atau pengelola dengan tersimpannya track record selama kendaraan digunakan pengemudi. Baik untuk angkutan umum bus atau angkutan logistik,” katanya.

Untuk operasionalnya akan terbaca di jembatan timbang atau di WIM. “Bila truk melanggar dengan tidak masuk ke Jembatan Timbang maka data akan tercapture melalui kamera CCTV di jalan arteri yang akan terekam dan terhubung ke Kepolisian yang selanjutnya akan dikenakan denda saat membayar pajak STNK. Dari data capture di jalan tadi untuk kendaraan bus AKAP atau AKDP maka akan diketahui berapa jumlah penumpang yang diangkut, berangkat jam berapa dan tiba sesuai target waktunya atau tidak,” jelas Risal.

Pada angkutan penyeberangan juga terdeteksi dan nantinya hanya kendaraan tak kelebihan dimensi dan muatan yang bisa naik kapal untuk menyeberang. Penataan di kapal akan lebih baik lagi karena jelas data kendaraan sehingga dapat ditata dengan tertib dan sesuai alurnya.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Transportasi Cris Kuntadi  menjelaskan upaya Kemenhub terus melakukan kajian pemetaan safety risk assesment sehingga bagaimana tingkat keselamatan untuk mencegah kecelakaan. Data yang berhasil diinvetarisir, bisa diolah untuk mengetahui kecelakaan pada  moda apa yang paling tinggi risikonya, diikuti laut, udara, dan kereta api.

“Ditjen Perhubungan Darat sudah mulai menerapkan teknologi ATMS, BluE, dan Siopam. Dengan diselenggarakannya FGD ini, harapannya ide muncul dan aksi yang diharapkan mampu mencegah kecelakaan dan meningkatkan keselamatan” terang Cris.

Editor : Sigit

Foto : Truckmagz

 



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix