Dirjen Perhubungan Darat Surati BUMN terkait Spesifikasi Bak Truk Angkutannya

09 / 09 / 2019 - in News

Beberapa kali kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam kurun waktu satu bulan terakhir, telah melibatkan truk bermuatan material dengan kendaraan lainnya. Seperti insiden yang terjadi di Tangerang, Banten pada 1 Agustus lalu, dump truck menimpa mobil penumpang yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Kemudian insiden yang juga melibatkan dump truck di Tol Cipularang km 92 pada 2 September, menyebabkan 18 kendaraan terlibat tabrakan beruntun dengan korban delapan orang meninggal dunia.

Kedua kasus kecelakaan tersebut ditengarai akibat dump truck tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, yakni over dimension dalam hal ketinggian bak yang berpotensi menimbulkan praktik over loading. Sehingga kendaraan sangat rentan mengalami ketidakstabilan saat beroperasi di jalan raya, seperti kehilangan kontrol pengereman bahkan memicu pecah ban akibat muatan berlebih.

Menyikapi kejadian tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Surat Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat No.AJ.502/28/16/DJPD/2019 menyampaikan acuan mengenai Standar Dimensi Angkutan Barang Pengangkut Barang Curah (dump truck) untuk Pembangunan Konstruksi.

Dalam surat Dirjen Perhubungan Darat tertanggal 5 September 2019 tersebut menyatakan, supaya potensi kecelakaan lalu lintas yang sama tidak terulang, meminta kepada pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan pekerjaan pembangunan konstruksi baik dilakukan sendiri maupun melalui anak usahanya yang bekerja sama dengan perusahaan lain, agar menggunakan dump truck untuk mengangkut material keperluan pembangunan tersebut dengan spesifikasi bak sesuai ketentuan yang berlaku.

Spesifikasi bak kendaraan angkutan barang yang telah diatur dalam surat Dirjen Perhubungan Darat No.AJ.402/18/9/DJPD/2009 tanggal 27 Mei 2009 tentang dimensi bak kendaraan bermotor, menyatakan bahwa truk dengan konfigurasi sumbu tiga (1.22), baik JBI sampai dengan 21 ton untuk kelas jalan terendah Kelas II maupun kendaraan dengan JBI sampai dengan 24 ton untuk kelas jalan terendah Kelas I, dimensi tinggi bak sebelah dalam maksimum 1.000 mm (1 meter).

Ketentuan spesifikasi ini juga berlaku untuk truk dengan konfigurasi sumbu dua (lihat tabel).

Surat yang ditandatangani Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi ini, ditujukan secara khusus kepada para pimpinan BUMN terkait, yakni PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Jasa Marga, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Amarta Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Istaka Karya (Persero), Perum Pembangunan Perumahan Nasional, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya (Persero), serta Kapolri dan Kakorlantas Polri.

 

Editor: Antonius
Ilustrasi: Truk angkutan quarry-Anton



Related Articles

Sponsors

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix