Dilema Ban Bias VS Ban Radial

18 / 02 / 2019 - in Berita

Faktor perusak jalan selain truk yang over tonase adalah tapak ban jenis tertentu. Tire and Rim Consultant, Bambang Widjanarko membenarkan bila telapak ban dapat merusak aspal jalan. Menurutnya, jejak telapak (footprint) ban bias yang lebih sempit daripada ban radial berdampak lebih merusak permukaan jalan.

”Ban bias atau ban nilon, terdiri dari 16 benang nilon, sehingga kondisi ban lebih tebal, kaku dan panas. Kekerasan ban nilon atau ban bias inilah yang merusak jalan. Sedangkan ban radial memiliki bentuk yang lebih lentur karena kerangka sampingnya terdiri dari kawat baja yang kekuatannya setara dengan 16 lapis benang nilon. Ban radial lebih aman dan tidak merusak jalan karena memiliki dinding yang lebih tipis dan lentur,” jelasnya.

Bambang menambahkan, 16 lapis benang nilon yang membuat ban bias lebih kaku membuatnya lebih cepat aus ketimbang ban radial yang relatif lebih dingin. Kakunya ban bias, kata Bambang, membuat pada saat kendaraan menikung telapak ban kendaraan tidak sepenuhnya mencengkram permukaan jalan. Berbeda dengan ban radial yang memungkinkan dinding samping ban melentur dan mengimbangi daya dorong (thrust) kendaraan dan telapak ban sepenuhnya mencengkram jalan.

Menurutnya, agar tidak merusak jalan, pemilik kendaraan sebaiknya menggunakan ban radial karena teksturnya yang lebih lentur dan dingin saat digunakan. ”Selain itu yang terpenting ban radial lebih mulus ketika bergulir dan tidak seperti ban bias yang kaku sehingga ketika digunakan meloncat-loncat,” kata Bambang.

Keuntungan dari penggunaan ban radial, lanjut Bambang, adalah dari segi ketahanannya melaju di jalan. Menurutnya, pada dasarnya semua ban akan meledak apabila dioperasikan sejauh ratusan kilometer selama berjam-jam. Hal inilah yang membuat sopir truk harus memberhentikan kendaraanya agar tidak meledak.

”Untuk ban radial, Kalau radial 300 km sekali berhenti tidak masalah. Kalau ban nilon 150 kilometer sekali harus berhenti untuk membandingkan,” kata Bambang. Di sisi lain, lanjutnya, yang membuat proses radialisasi ban di Indonesia sulit dilakukan adalah karena biaya menggunakan jalan tol relatif lebih mahal dibandingkan dengan jalan pantura.

Namun, kondisi jalan di pantura yang rusak membuat pemilik truk lebih senang menggunakan ban bias. Karena relatif lebih tahan melintasi jalanan rusak dibandingkan dengan ban radial yang mudah sobek bila digunakan di jalan rusak.

”Pemilik truk lebih senang menggunakan ban bias karena ketahanannya mengangkut muatan berlebih dibandingkan ban radial. Meski secara ekonomi, sebenarnya ban radial lebih hemat apabila digunakan oleh orang yang mengerti keunggulan ban radial. Kalau ban radial digunakan oleh orang yang tidak mengerti cara merawat dan menggunakannya, ban radial lebih cepat rusak. Itu sama saja memberikan koran ke orang yang tidak bisa membaca,” ujar Bambang.

 

Teks: Citra
Editor: Antonius
Ilustrasi: Deretan ban truk-Anton



Related Articles

Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix