Digitaliasi Pelabuhan Bantu Turunkan Biaya Logistik

12 / 04 / 2018 - in News
001 (2222)

Supply Chain Indonesia (SCI) menilai digitalisasi pelabuhan menjadi keharusan sebagai upaya menurunkan biaya kepelabuhanan yang masih tinggi. Teknologi informasi harus digunakan dalam pengelolaan proses operasional pelabuhan yang sebelumnya dilakukan secara manual untuk mendukung kecepatan dan keakuratan proses.

Digitalisasi pelabuhan dilakukan sejak kapal akan merapat sampai barang keluar pelabuhan. “Bahkan, informasi rinci mengenai rencana kedatangan kapal berikut barang yang dimuat sebaiknya sudah diterima oleh pelabuhan tujuan sejak kapal berangkat dari pelabuhan asal, sehingga semua fasilitas dan proses lanjutan bisa dipersiapkan lebih awal,” ujar Setijadi, Ketua Supply Chain Indonesia (11/4).

Digitalisasi pelabuhan mencakup port management, warehouse management, dan assets management. Digitalisasi ini akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan pelabuhan, yaitu ship services, container services, dan cargo services.Salah satu bentuk digitalisasi pelabuhan itu adalah program Delivery Order (DO) Online yang terintegrasi dengan INSW dan Inaportnet.

Menurut Setijadi, digitalisasi pelabuhan juga akan mendorong peningkatan transparansi dan akuntabilitas proses-proses kepelabuhanan. Hasil perbaikan infrastruktur kepelabuhanan harus diikuti dengan peningkatan efektivitas dan efisiensi pengelolaan dan pelayanan kepelabuhanan.“Walaupun infrastruktur pelabuhan semakin baik, semua pihak terkait perlu berupaya mengurangi biaya kepelabuhanan yang masih tinggi,” ujarnya

Sebelumnya, pada hasil Jajak Pendapat Sektor Logistik Indonesia Tahun 2017-2018 yang diadakan oleh SCI, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), dan ASEAN Federation of Forwarder Associations (AFFA) menunjukkan sebanyak 70,2% responden menyatakan kondisi “infrastruktur kepelabuhanan” sudah baik atau sangat baik, tetapi 25,5% menyatakan kondisinya masih buruk atau sangat buruk dalam mendukung kinerja logistik.

Hasil jajak pendapat itu sesuai dengan laporan “The Global Competitiveness Index 2017-2018” yang menyebutkan kualitas infrastruktur pelabuhan Indonesia mengalami peningkatan dari nilai 3,9 (tahun 2016-2017) menjadi 4,0 (tahun 2017-2018) atau dari peringkat 75 menjadi 72.Meski demikian, peringkat Indonesia masih di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand.

Teks: Abdul

Foto: Pelindo II



Sponsors

NEW_327X300_

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix