Dibalik Isu Mistis Ruas Jalan Tol Solo-Ngawi

01 / 09 / 2019 - in News

Menganggapi berbagai berita beraroma mistis terkait banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di ruas jalan Tol Solo-Ngawi yang tengah viral di berbagai media sosial belakangan ini, Yanuar Iswara Ketua Bidang Angkutan Lintas Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ( Aptrindo ) Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta menjelaskan, “Saya kira kita semua harus berusaha realistis dan berpikir logis, bahwa banyaknya kecelakaan yang terjadi di ruas jalan Tol Solo-Ngawi itu sebagian besar adalah karena faktor human error, jadi jangan terburu-buru apa-apa langsung dikaitkan dengan unsur mistis,” terangnya.

Yanuar yang juga seorang pengusaha truk dan tinggal di Mojosongo, Solo, dirinya mengaku kerap melakukan survey kelaikan dan keamanan jalan di seluruh pulau Jawa untuk memberikan informasi kepada seluruh anggota Aptrindo. Jalan Tol Solo-Ngawi yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 28 November 2018 lalu, setelah sebelumnya diuji coba secara fungsional pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2018 itu mempunyai panjang keseluruhan sekitar 90 Km, dari Km 490 hingga Km 580 an.

“Secara teknis, jalan Tol Solo-Ngawi ini bisa dibilang sudah sangat memadai, baik dari sisi penerangan jalan maupun konstruksinya, ada 8 Gerbang Tol di dalamnya yaitu Colomadu, Bandara, Ngemplak, Purwodadi, Karanganyar, Sragen, Sragen Timur dan Ngawi,” terang Yanuar.

Yanuar menambahkan, “Sebagian besar kecelakaan itu terjadi lewat tengah malam hingga subuh pada saat pengemudi sedang mengalami puncak rasa kantuknya, mungkin karena jalan Tol Solo-Ngawi ini sangat lurus dan membosankan, padahal di dalamnya ada 6 Rest Area yang bisa digunakan untuk beristirahat, 519 A & 519 B , 538 A & 538 B , 575 A & 575 B,” katanya.

“Bahkan di Rest Area 519 A & 519 B sangat lengkap, ada SPBU, masjid, minimarket, restaurant, kafe, galeri UMKM, foodcourt, ATM Center dan area parkir yang sangat luas. Jadi santai saja dalam mengemudi, jangan terburu-buru, jaga jarak aman dan jangan terlalu menempel kendaraan di depannya, senantiasa perhatikan/patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada, gunakan lampu pencahayaan sesuai spek asli pabrik kendaraan, pelajari spek ban dan kemampuan rem kendaraan anda,” jelas Yanuar memberi nasehat sekaligus menutup perbincangannya.

Ketua Bidang Angkutan Lintas Daerah APTRINDO JATENG & DIY
YANUAR ISWARA 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Sponsors

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix