Deteksi Masalah Drive Axle dan Suspensi

24 / 08 / 2021 - in Tips & Trik

Ada sejumlah masalah lain pada ban selain rusak karena muatan berlebih. Salah satunya adalah kondisi drive axle, baik itu truk ataupun trailer yang mengalami ketidakselarasan. Hal ini menyebabkan keausan dini pada ban, itu bisa dilihat pada pola tapak ban.

Ketidakselarasan menyebabkan penggantian ban yang lebih sering. Sementara, ada dua hal yang bisa disimpulkan sebagai penyebab, yaitu ketidakselarasan drive axle dan geometri kemudi.

Soleh Wahono, Kepala Bengkel Laras Langkah Gresik mengatakan, “Bearing roda yang kendur atau as roda yang melengkung secara berlebihan dapat menyebabkan keausan dini pada ban terutama ban ganda. Penggunaan shockbreker bekas memungkinkan ban memantul lebih tinggi ketika ada jalan bergelombang karena guncangan tidak terserap seluruhnya. Hal ini bisa memengaruhi tapak ban,” katanya.

“Meskipun trailer bisa diasumsikan bebas perawatan dalam waktu tahunan, sebenarnya hanya ada dua perawatan besar yang harus dilakukan, yaitu terkait as roda dan suspensi. Terkadang produsen memberikan garansi panjang untuk part tersebut hingga lima tahun. Karena memang secara penggunaan, masa pakainya lebih lama dari part lain,” tambah Soleh.

Drive Axle

Masih dalam bagian kaki-kaki, housing gardan sebenarnya juga memerlukan sedikit perawatan selain pemeriksaan visual dari retak dan komponen yang kendur. Gejala ini bisa dilihat dari bearing yang kendur dan grease yang mengering.

“Sebaiknya pada saat penggantian oli mesin berkala, perlu juga memperhatikan level oli di dalam as roda untuk memastikan apakah masih dalam level yang dianjurkan. Poin yang harus diperiksa adalah koneksi carrier-to-housing, seal pada roda, pinion input atau output shield dan kotoran yang menempel pada housing,” katanya.

Masalah saluran udara pada axle belakang adalah masuknya polutan, lalu mengurangi oli. Jika dibiarkan, panas yang terperangkap akibat saluran udara tersumbat akan menyebabkan tekanan di dalam housing dan memaksa oli keluar melalui roda atau seal pinion. Hal ini membuat kesalahan analisa bahwa seal yang aus. “Sebenarnya saluran udara mengalirkan sedikit uap dari as roda, dan area di sekitar lubang saluran akan tampak basah atau timbunan tipis kotoran. Sedikit basah sekitar saluran udara adalah normal,” tambah Soleh.

Kelembaban yang berlebihan justru tidak normal. Filter saluran udara memiliki bagian yang memisahkan oli. Komponen inilah yang mencegah oli keluar. Masalah bisa diatasi dengan menggunakan sealant benang yang efektif menghentikan rembesan. Selain memperhatikan level oli, jika diperlukan bisa menggunakan oli multigrade yang sesuai untuk as roda.  Base oil yang bisa digunakan adalah oli dengan masa pakai yang panjang dan mampu menangani masalah seperti kontaminasi, beban muatan, dan gaya pengemudi yang berbeda-beda.

Deteksi masalah paling cepat pada drive axle adalah keselarasan roda. As roda yang tidak sejajar bisa memangkas permukaan ban, terutama ban depan.  Metode cepat untuk memastikan drive axle selaras dengan baik adalah dengan mengukur kesejajarannya. “Dengan roda yang diganjal dan rem parkir dilepas, ukur jarak antar-as roda. Seharusnya kedua sisi sama persis. Sekaligus ukur jarak dari titik konstan pada as roda. Hasil pengukurannya harus sama. Jika ada selisih ukuran, perlu penyelarasan roda dan sasis,” pesannya.

Suspensi

Suspensi juga bisa mendukung masalah pada ban dan axle. Di luar inspeksi visual dan pengencangan baut yang kendur, suspensi juga termasuk komponen yang bebas perawatan. “Periksa pada area dudukan suspensi yang dipasang pada sasis dan ganti jika mengalami retak atau berkarat. Jarak tempuh truk yang panjang dengan satu atau lebih leaf yang patah di bawah leaf nomor dua, harus dilakukan penggantian rangkaian leaf spring baru dari nomor bagian yang sama. Pada tipe truk tertentu, kabin sudah menggunakan suspensi udara. Kesejajaran per dan bantalan pivot perlu diperiksa secara berkala,” tutur Soleh.

Gejala masalah axle bisa dilihat dari bushing yang aus dan menyebabkan kerusakan sehingga antara leaf spring menjadi tidak selaras. Jika shockbreaker yang berfungsi menahan goncangan besar menjadi aus, pergerakan suspensi menyimpang terlalu jauh sehingga dalam waktu lama ketidaksejajaran akan semakin besar.

Pemeriksaan suspensi udara yang tepat adalah dengan memeriksa tanda-tanda keausan. Pemeriksaan tahunan cukup melihat penumpukan kotoran atau korosi pada piston, yang bisa membuat permukaan logam mirip dengan amplas. Jika menemukan bekas gesekan yang kasar, suspensi harus segera diperbaiki.

“Komponen penting dalam sistem suspensi udara adalah katup pengukur level yang harus diperiksa untuk operasional yang benar. Hal ini penting untuk menjaga ketinggian suspensi yang tepat seperti yang ditetapkan oleh produsen kendaraan. Kesejajaran suspensi, terutama bagian depan sangat berpengaruh pada driveline dan ketinggian trailer,” terang Soleh.

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix