Delapan Kondisi yang Pengaruhi Ban

16 / 02 / 2015 - in Ask The Expert

Kondisi seperti apa yang bisa menyebabkan ban truk yang kami gunakan tidak aman untuk digunakan? – Eka Rahardi, Palembang –

1. Ukuran ban lebih kecil daripada yang seharusnya.

Faktor pertama yang perlu diperhatikan pada penggunaan ban supaya aman adalah memilih ban dengan ukuran yang tepat karena ukuran ban yang terlalu kecil menurunkan kemampuan daya angkut ban sehingga tidak dapat menopang beban yang semestinya. Kendaraan yang seharusnya menggunakan ban ukuran 10.00 R 20 tapi digunakan ban ukuran 9.00 R 20 (terlalu kecil) membuat kemungkinan ban meledak menjadi lebih besar. Ban yang meledak pasti sangat berbahaya bagi keselamatan kendaraan itu sendiri dan pengguna jalan lain. Oleh karena itu, pabrik selalu mencantumkan load index dari ban tersebut di tiap dinding samping ban. Load index adalah kemampuan daya angkut sebuah ban. Makin besar ukuran ban, makin tinggi pula load index-nya.

2. Pemilihan pattern ban yang tidak sesuai dengan kondisi medan.

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah pemilihan pattern (pola telapak) ban yang sesuai dengan kondisi medan. Pattern yang tidak sesuai dengan kondisi medan, membuat performa ban tidak maksimal. Di jalan tol (highway), pattern yang digunakan adalah jenis RIB.Pattern jenis RIB memiliki kemampuan daya cengkeram dan aerodinamika yang baik serta mampu untuk membuang genangan air (aquaplanning), tidak cepat panas, dan tidak berisik sehingga cocok dipakai di jalan yang halus dengan kendaraan berkecepatan tinggi.

Sedangkan di medan yang berupa tanah berlumpur digunakan pattern LUG. Jenis patternLUG ini memiliki pola yang kasar dengan kemampuan mencengkeram dan menancap dengan baik di tanah berlumpur. Tapi ban dengan jenis ini cepat panas dan berisik jika digunakan di jalan yang halus dengan berkecepatan tinggi.

3. Tekanan angin yang tidak sesuai dengan kondisi beban.

Hal yang sangat vital dalam operasional sebuah ban adalah tekanan angin. Tekanan angin yang kurang (underinflation), menyebabkan BBM menjadi boros, ban cepat panas, kendaraan tidak stabil pada waktu berbelok, daya cengkeram ban tidak maksimal, ban rawan kembung/sobek samping. Semua ini membuat ban lebih berpotensi meledak. Selain berbahaya karena berpotensi meledak, tekanan angin yang kurang mengurangi jarak tempuh karena ban menjadi tidak awet (cepat habis). Sebaliknya, tekanan angin yang berlebihan (overinflation) menyebabkan keausan telapak ban menjadi tidak rata. Tekanan angin berlebih juga berbahaya karena ban berpotensi meledak.

4. Ukuran velg yang tidak sesuai.

Ukuran velg yang terlalu sempit menyiksa dinding samping ban. Jika terjadi defleksi, dinding samping ban akan menerima tekanan yang berlebihan. Hal ini berpotensi untuk mengakibatkan kerusakan pada bead area dan dinding samping ban (sobek). Ukuran velgyang terlalu sempit selain mempercepat keausan telapak ban juga membuat keausan telapak ban tidak merata.

5. Kesalahan memilih tipe ban (tube type atau tubeless).

Ada dua jenis tipe ban, yaitu ban tube type (memakai ban dalam) dan ban tubeless (tanpa ban dalam). Ban tube type memiliki kemampuan untuk mengangkut beban berlebih (overload) dan lebih memiliki kemampuan untuk menahan benturan/jeblosan, dibanding dengan bantubeless. Sedangkan ban tubeless tidak disarankan untuk mengangkut beban berlebih.

6. Pemilihan ban dalam yang tidak sesuai dengan ban luarnya.

Keandalan suatu ban juga tergantung pada kemampuan ban dalamnya. Ban dalam butyl(sintetis) sangat baik untuk menahan tekanan angin yang tinggi dan sangat tahan terhadap panas. Pada pemilihan ban dalam perlu diperhatikan adalah ketebalan, elastisitas, perembesan udara, dan ukuran pentil (valve).

Pada ban radial, sebaiknya ukuran ban dalam sesuai dengan ban luarnya (tidak lebih kecil). Dengan alasan penghematan, sering terjadi, satu ban dalam digunakan untuk dua kali penggantian ban luar. Padahal elastisitas, pori-pori pada permukaan ban dalam dan zat antioksidannya sudah tidak berfungsi.

7. Ban yang kadaluwarsa (expired).

Ban memiliki masa kadaluwarsa yang harus diperhatikan oleh pengguna ban. Ban yang kadaluwarsa, zat antioksidannya (penahan penuaan) telah habis sehingga ban menjadi berkurang fleksibilitasnya. Hal ini membuat ban menjadi gampang meledak. Ban sebaiknya dipakai sebelum tiga tahun terhitung sejak tanggal produksi yang tercantum pada dinding samping ban, dengan syarat penyimpanan ban harus benar, yaitu tidak terkena sinar matahari langsung, tidak tergenang air, tidak terkena zat kimia lain, dan tidak bersentuhan langsung dengan lantai.

8. Ketidakselarasan/ketidakseimbangan sumbu as roda (wheel alignment).

Penyetelan toe in – toe out, caster & camber yang tidak presisi menyebabkan kendaraan sulit dikendalikan dan keausan telapak ban tidak merata. Deviasi setelan as roda (axle parallelism) yang melebihi batas toleransi juga menyebabkan ban lebih cepat panas dan cepat habis daripada semestinya karena ban berjalan seperti terseret ke samping.

Bambang Widjanarko

PIRELLI & DOUBLE COIN TBR Tire Advisor



Sponsors

NEW_327X300_

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix