Daya Saing Infrastruktur Indonesia Tahun 2017 Membaik

05 / 12 / 2017 - in News
Infrastruktur Indonesia

Supply Chain Indonesia (SCI) memberikan apresiasi atas rencana dan keberhasilan pemerintah Jokowi-JK merealisasikan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hasil pengembangunan infrastruktur Indonesia tercermin dalam laporan The Global Competitiveness Index 2017-2018 dari World Economic Forum. Dari hasil penilaian terhadap 137 ekonomi, infrastruktur Indonesia berada pada peringkat 52 dengan nilai 4,5.

Pada periode 2016-2017, Indonesia pada peringkat 60 dengan nilai 3,8. Hal ini menunjukkan peningkatan infrastruktur Indonesia sebesar 8 peringkat dan peningkatan nilai sebesar 0,7. Kualitas keseluruhan infrastruktur Indonesia mengalami peningkatan dari nilai 3,8 pada tahun 2016-2017 menjadi 4,1 tahun 2017-2018 atau dari peringkat 80 menjadi 68. Peningkatan kualitas infrastruktur terjadi pada semua kualitas infrastruktur, baik jalan, kereta api, pelabuhan, dan bandara.

Periode 2016-2015 di kawasan Asia Tenggara posisi Indonesia berada di peringkat 5 di bawah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. “Berdasarkan analisis SCI, di antara negara-negara ASEAN, kualitas infrastruktur Indonesia selalu di bawah Singapore dan Malaysia. Kualitas infrastruktur Indonesia yang relatif bagus baru infrastruktur kereta api,” ujar Setijadi, Chairman SCI di Bandung beberapa waktu lalu.

Pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 telah menetapkan sejumlah sasaran pembangunan infrastruktur 2019. Antara lain pengembangan jalan nasional sepanjang 45.592 km (dari 38.570 km pada baseline tahun 2014), pembangunan jalan baru (kumulatif 5 tahun) sepanjang 2.650 km (dari 1.202 km), pengembangan jalan tol (kumulatif 5 tahun) sepanjang 1.000 km (dari 807 km), panjang jalur kereta api 8.692 km (dari 5.434 km), 450 pelabuhan (dari 278), dan 252 bandara (dari 237).

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Giovanni



Related Articles

Sponsors