Santiko Wardoyo : Total Support Adalah Way of Life Kami

27 / 04 / 2016 - in CEO Interview
Santiko Hino

Selama 16 tahun berkiprah di dunia kendaraan niaga, Hino mampu mampu mengukuhkan dirinya sebagai market leader segmen medium duty truck di pasar kendaraan niaga Tanah Air. Hal ini ditunjukkan berkat kinerja positif PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) selaku agen pemegang merek (APM) truk Hino di Indonesia selama 2015, dengan meningkatkan market share Hino Ranger series di segmen medium duty truck dari 60,2 persen di 2014 menjadi 61,3 persen pada tahun 2015.

Meski kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cenderung lambat dan belum begitu stabil akibat terdampak krisis ekonomi global di sepanjang 2015, namun Hino Indonesia tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai pemain besar truk medium Tanah Air.

Strategi yang dilakukan HMSI untuk tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader di segmen medium duty truk, menurut Santiko Wardoyo, dengan terus melakukan berbagai inovasi terkait penjualan. “Namun tidak sebatas hanya menjual unit saja yang kami lakukan untuk bisa tetap survive dan menjaga posisi sebagai market leader di segmen medium duty, kami pun giat melakukan dan meningkatkan layanan purnajual kami kepada seluruh pengguna truk Hino,” buka Sales and Promotion Director HMSI kepada TruckMagz.com.

Santiko mengatakan bahwa strategi tersebut terbukti ampuh untuk mempertahankan market share Hino untuk truk medium duty hingga akhir 2015, bahkan penjualan Hino di segmen ini selama 2015 mengalami peningkatan sebesar 61,3 persen, angka ini lebih tinggi dibanding 2014 yang hanya mencapai 60,2 persen.

Sementara untuk kategori light duty truck, Hino Dutro dianggap Santiko memiliki pangsa pasar yang berbeda. “Untuk light duty truck kita juga meraih prestasi di tahun 2015, karena market share kita tahun 2014 sebesar 16 persen naik di tahun 2015 menjadi 17,1 persen, artinya terjadi peningkatan sebesar 1 persen.”

Bagi HMSI, kekuatan dari truk Hino ini memang sudah terbukti karena basic bisnis Hino sendiri memang berawal dari truk dan bus. Dipadu dengan pelayanan Hino dalam hal aftersales service melalui seluruh cabang maupun diler Hino yang tersebar di Indonesia, termasuk pengadaan spare parts dimaksimalkan untuk ketersediannya. “Itu semua merupakan bagian dari Hino Total Support yang merupakan way of life kami sejak beberapa tahun terakhir hingga 2016 ini,” pungkas Santiko.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
HMSI menyikapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini dalam cakupan bahwa, Hino memiliki unit in operation (UIO) cukup besar sepanjang 2016 ini yang diperkirakan sekitar 210 ribu unit kendaraan ready. Menurut Santiko, UIO ini yang akan dikendalikan oleh pihaknya dengan sebaik mungkin, karena merupakan satu aset bagi Hino sendiri maupun bagi seluruh customer Hino.

“Kita akan kendalikan dengan berbagai macam cara salah satunya dengan mengedukasi seluruh pemakai Hino (operator/lembaga maupun perorangan) agar kendaraannya tetap dapat berjalan dengan baik, hal ini tentunya akan berdampak pada umur pemakaiannya yang juga bisa lebih panjang. Dengan umur kendaraan yang lebih panjang tentunya biaya depresianya akan lebih kecil, jika dibandingkan kalau sebentar-sebentar truk itu rusak atau umur kendaraan yang lebih pendek tentunya akan lebih mahal dalam hal biaya maintenance kendaraan,” papar Santiko.

Santiko mengungkapkan bahwa Hino Indonesia sudah memiliki program edukasi supaya seluruh konsumen setia Hino lebih perhatian lagi dalam hal perawatan kendaraannya. Seperti program driver training bagi para sopir truk, serta pelatihan mekanik. Khusus untuk mechanic training didukung dengan program kontrak servis melibatkan bengkel resmi Hino yang ditujukan bagi konsumen yang tidak memiliki mekanik handal, atau bagi mereka yang tidak mau repot masalah bengkel.

“Sebelumnya kita bicara di level atas artinya head office to head office, kemudian kita berlakukan untuk seluruh cabang perusahaan tersebut di seluruh Indonesia, kebetulan diler termasuk spareparts Hino sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia jadinya bisa lebih sinkron,” kata Santiko.

Hino Total Support
Program edukasi dari Hino ini sejatinya termasuk dalam program layanan purna jual HMSI, yang merupakan salah satu pelaksanaan dari program Hino Total Support. “Total Support itu sendiri adalah, bagaimana Hino dapat memberikan solusi dalam operation cost serendah mungkin dengan content yang juga serendah mungkin bagi pelanggan kami, supaya optimal dalam operasional truk itu sendiri,” papar Santiko.

Santiko menambahkan, Hino Total Support memang merupakan strategi kami karena jika bicara kendaraan komersial itu sama sekali berbeda dengan passenger car. Sebab truk itu sendiri merupakan alat produksi atau aset bisnis yang tidak dapat menerapkan cara seperti di bisnis kendaraan penumpang, yang dapat menerapkan facelift tiap dua tahun sekali. “Lagipula untuk apa facelift setiap dua tahun sekali, karena truk itu sendiri peruntukannya lebih banyak buat kerja-kerja dan kerja, sebabnya kendaraan ini lebih difungsikan untuk utilitas,” ujar Santiko.

Prospek Bisnis Kendaraan Niaga 2016
Santiko mengatakan, jika bicara prospek tentunya akan terkait dengan kebijakan atau arah dari kebijakan pemerintah itu sendiri. “Hino Indonesia meyakini bahwa saat ini pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan lebih mempercepat pemulihan kondisi perekonomian Indonesia dibandingkan tahun lalu, sebab sejak awal 2016 ini semua pengadaan tender-tender sudah dikerjakan lebih awal dan Hino punya harapan besar di tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu,” jelas pria ramah ini.

Indikasinya, menurut Santiko, bisa dilihat dari banyaknya program pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh pemerintah saat ini, yang juga didukung dengan kinerja yang tentunya harus lebih cekatan dari tahun lalu, dan kami masih punya harapan tahun 2016 akan lebih baik dari tahun kemarin.

“Sebab dengan lancarnya proyek-proyek pemerintah terutama di sektor infrastruktur, akan menjadi stimulus untuk pergerakan ekonomi khususnya di bisnis kendaraan komersial seperti truk di Indonesia. Kalau melihat kembali di tahun 2015 yang lalu, mulai banyak pergerakan untuk 3 sektor pembangunan oleh pemerintah (pangan, maritim dan energi) yang butuh percepatan dalam hal perizinan dan penganggaran khususnya dalam bidang infrastruktur itu baru setelah Lebaran baru mulai bergerak, mungkin saat itu masih banyak sekali penyesuaian karena kabinetnya juga baru. Nah, sekarang ini harusnya sudah bisa lancar,” papar pria yang hobi goes (bersepeda) ini.

Hino Indonesia sepertinya sedang membidik pengadaan dalam proyek-proyek infrastruktur strategis dari pemerintah di tahun 2016 ini. Sebab menurut Santiko, saat ini yang memiliki dana paling banyak adalah perusahaan milik pemerintah, dan pihaknya akan mendukung dalam proyek pemerintah tersebut.

Tak pelak jika HMSI meningkatkan targetnya di tahun 2016 ini secara keseluruhan atau target nasional dibandingkan tahun lalu. “Kami mentargetkan naik sekitar 10 persen atau sekitar 25 ribuan unit secara keseluruhan model yaitu light duty, medium duty, dan heavy duty,” tutup Santiko optimistis.

(Diolah dan disarikan berdasarkan wawancara khusus dengan Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia, Santiko Wardoyo)

Naskah : Antonius Sulistyo
Foto : Dok. HMSI



Sponsors

TruckMagz Konstruksi Indonesia

TruckMagz Transport, Logistics & Maritime

GIIAS TruckMagz 2017