Cegah Penyakit Ikan Masuk Indonesia, KKP Perketat Aturan Impor

21 / 10 / 2020 - in Berita

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan notifikasi pengaturan impor ke WTO yang berisi aturan berbagai jenis ikan dan penyakit ikan berbahaya yang dicegah masuk ke wilayah teritori Indonesia melalui importasi. Cara ini dianggap kewajiban dari negara untuk memberikan informasi kepada Sekretariat WTO mengenai peraturan yang akan berpengaruh terhadap lalu linta perdagangan komoditas.

KKP terus berupaya melindungi sumber daya hayati ikan Indonesia dan lingkungan perairan dari introduksi agaen-agen, organisme atau mikro organisme berbahanya yang dapat berpindah tempat melalui lalu lintas perdagangan,”ucap Rina, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dalam siaran pers (21/10).

Ia mengungkapkan, notifikasi kepada WTO merupakan wujud transparansi sekaligus implementasi kesepakatan bersama negara-negara anggota WTO.Terlebih dalam kesepakatan tersebut tertuang kewajiban bahwa setiap kebijakan terkait bidang perdagangan yang termaktub dalam undang-undang, peraturan maupun regulasi wajib dilakukan melalui prosedur yang transparan.

Diketahui, setelah draf peraturan yang berisi daftar penyakit ikan berbahaya dicegah masuk ke Indonesia dinotifikasi dan diumumkan melalui Sekretariat WTO. Maka setiap negara yang akan melakukan ekspor ikan ke Indonesia harus menjamin bahwa komoditas mereka bebas penyakit ikan yang ada di dalam peraturan tersebut.

Adapun draf notifikasi terdiri dari 28 penyakit karena virus, 5 bakteri, 3 jamur pathogen dan 6 parasit. Rincian tersebut termasuk penyakit yang masih menghantui industri udang yaitu Covert Mortality Nodavirus (CMNV, Decapod indescent Virus (DIV I) dan Vibrio Parahaemolity (Vp AHPND) penyebab penyakit Acute Hepatpancereatic Necorcis Disease.

Teks: Abdul

Foto: KKP



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix