Pada musim hujan, perawatan sistem rem harus dilakukan lebih cermat karena banyak bagian yang cenderung lebih kotor.
Pasokan udara pada sistem rem seperti halnya darah pada tubuh kita. Pasokan udara lancar, kerja sistem rem akan optimal. Cahyo Suharyanto, Kepala Bengkel Kalijati Berdikari, menjelaskan untuk memastikan pasokan udara pada sistem rem. Pertama, pastikan tekanan minimum pada tabung angin sistem rem tidak kurang dari 85 PSI untuk bus dan 100 PSI untuk truk. Lalu, periksa kompresor, apakah perlu kurang dari dua menit untuk menambahkan tekanan udara dari 85 PSI menjadi 100 PSI pada 600 hingga 900 rpm. Pastikan bahwa pemutus tekanan berfungsi dengan benar untuk kompresor di antara 120 PSI dan 135 PSI.
“Selain itu, harus selalu waspada terhadap air yang terperangkap di sistem rem. Air dalam sistem rem udara biasanya berasal dari udara terkondensasi. Air bisa menghalangi angin mencapai mekanisme rem. Udara yang tersumbat di dalam sistem dapat menyebabkan roda tidak bisa bergerak,” katanya menambahkan.
Untuk mencegah hal itu, banyak sistem rem angin yang menggunakan katup pembuangan otomatis di setiap tangki udara. Namun, katup pembuangan udara itu pun sering menjadi masalah. Saat seal karet aus atau getas, angin bisa keluar. Jika kebocorannya kecil, kompresor dapat mengatasinya. Akan tetapi, kompresor yang bekerja terlalu keras pun pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan dan masalah lain.
Kebocoran kecil yang diabaikan dapat menyebabkan masalah lain. Hati-hati dengan tips yang beredar bahwa memasukkan alkohol ke dalam sistem rem bsa mengatasi kebocoran. “Justru, tip tersebut bisa menjadi ancaman yang serius. Alkohol, terutama aseton, akan bereaksi pada karet dan plastik. Alkohol pada akhirnya akan menggerogoti seal dan menyebabkan banyak masalah lagi,” ujar Cahyo.
Editor ; Sigit Foto: truckmagz