• Truckmagz

Hindari Kesalahan Sepele Berikut Ini agar Mesin Tidak Overheat

03 / 04 / 2024 - in Tips & Trick , Berita
Hindari Kesalahan Sepele Berikut Ini agar Mesin Tidak Overheat

Sistem pendingin pada mesin diesel sangatlah penting, tugasnya tidak hanya untuk menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga untuk menjaga mesin tetap dingin dan performa truk atau bus optimal. Ada beberapa mitos umum mengenai cooling system. Masalah dengan cooling system mungkin sulit untuk didiagnosis. Tapi yang paling mumu adalah kebocoran pada sistem atau salah satu komponen sistem tidak berfungsi.

Eko Nuryanto, Kepala Bengkel Bumi Lima Jaya menjelaskan bahwa penanganan masalah yang keliru dari cooling system bisa menjadi masalah besar di kemduian hari. Selain itu modifikasi perangkat diluar panduan pabrikan ada awal masalah cooling system. Berikut beberapa mitus mengenai cooling system mesin diesel :

Radiator aftermarket adalah upgrade yang umum dilakukan perusahaan transportasi, tetapi juga harus memperhatikan tutup radiator bawaan. Coolant bekerja di bawah tekanan suhu mesin. Tugasnya menjaga titik didih serendah mungkin. Itulah mengapa ada angka yang menunjukkan level tutup radiator yang harus sesuai dengan ukuran mesin dan kapasitas radiator. Toleransi tutup radiator tertera pada badan tutup radiator dan buku manual.

Banyak mitos tentang kipas radiator. "Salah satunya, semakin cepat kipas berputar semakin baik. Pada kecepatan tinggi, slipstream radiator harus cukup kuat untuk membawa panas dari radiator. Ketika udara bergerak terlalu cepat, angin masuk sampai lapisan batas dan panas tidak ikut terbawa karena udara tidak benar-benar meniup bagian sirip radiator dan pipeline. Jadi, angin hanya bisa membawa keluar panas jika kecepatan hembusan angin sekitar 60 km per jam,” kata Eko menegaskan.

Beberapa orang percaya lebih banyak kipas lebih baik. "Itu juga tidak sepenuhnya benar. Mesin tidak membutuhkan kipas di belakang dan di depan radiator. Idealnya, kipas radiator menyediakan kapasitas pendinginan berdasarkan suhu coolant," terang Eko.

Ukuran kipas termasuk jumlah baling-balingnya harus sama dengan bawaan pabrik. Kipas radiator harus bisa menghasilkan aliran udara yang tepat untuk meniup sirip-sirip di radiator. Perbedaan ukuran akan memengaruhi suhu mesin. Modifikasi bentuk kipas boleh saja asalkan tetap pada panduan pabrik.

Saat memperbaiki mesin, mekanik harus menambahkan coolant hingga 3 cm di bawah leher pengisian atas yang memungkinkan ekspansi cairan saat mesin menghangat. “Coolant bisa naik sekitar 3 cm saat mesin panas. Jika ingin melihat prosesnya, nyalakan mesin dengan melepas tutup radiator dan periksa kenaikan air coolant. Amati saat mesin menghangat, tunggu sebentar hingga termostat untuk terbuka dan mesin mengeluarkan suara gemuruh kecil pertanda melepaskan gelembung udara yang terjebak,” kata Eko.

Editor : Sigit Foto : youtube



Sponsors