Ada mitos mengenai pengering udara atau air dryer tidak selalu dibutuhkan dalam sistem udara, terutama jika truk beroperasi di daerah yang tidak terlalu lembap. Pandangan ini muncul dari anggapan bahwa sistem udara dapat tetap berfungsi optimal tanpa pengering udara, selama tidak ada masalah kelembapan yang ekstrem.
Menurut Cahyo Suharyanto, Kepala Bengkel Kalijati Berdikari kenyataannya, pengering udara memainkan peran yang sangat penting untuk menjaga kualitas udara dalam sistem, baik di daerah kering maupun lembap, karena semua udara yang diambil dari luar tetap mengandung sejumlah uap air.
"Udara yang masuk ke dalam sistem udara tanpa melalui dryer membawa risiko tinggi bagi komponen logam di dalamnya. Kelembapan yang terkandung dalam udara akan terkondensasi dan menimbulkan pengendapan air pada dinding bagian dalam komponen sistem udara. Pengendapan ini dapat menyebabkan korosi yang merusak komponen logam, termasuk katup dan selang, serta dapat mengurangi sistem secara keseluruhan," terang Cahyo.
Selain risiko korosi, kelembapan dalam sistem udara juga dapat mengganggu aliran udara yang untuk mengoperasikan rem. "Air yang terperangkap dalam sistem dapat membentuk lapisan dingin, menghambat aliran udara dan menyebabkan sistem rem bekerja tidak optimal. Hal ini bisa sangat berbahaya bagi pengemudi, terutama dalam situasi darurat ketika truk membutuhkan daya pengereman penuh. Tanpa pengering udara, risiko gangguan ini jauh lebih tinggi, membuat dryer menjadi komponen yang sangat penting untuk keselamatan," kata Cahyo.
Editor : Sigit Foto: Truckmagz