Minimalkan downtime pada truk kini menjadi fokus utama bagi perusahaan logistik. Downtime, atau waktu ketika truk tidak beroperasi karena masalah teknis atau perawata. Hal ini dapat merugikan perusahaan setiap tahunnya.
Ali Setiawan, Asisten Kepala Bengkel Wandi Bersaudara Gersik mengatakan berbagai solusi kini diadopsi untuk memastikan truk bisa terus beroperasi tanpa gangguan, mulai dari perawatan preventif hingga penggunaan teknologi canggih.
"Salah satu kunci dalam meminimalkan downtime adalah perawatan preventif. Dengan pemeriksaan rutin terhadap mesin, rem, dan sistem kelistrikan, kerusakan besar yang bisa menyebabkan mogok di jalan dapat dihindari. Penggantian spare part sebelum benar-benar rusak adalah investasi kecil yang dapat menghindari perbaikan besar dan mahal di kemudian hari," katanya.
"Teknologi juga berperan besar dalam menjaga uptime truk. Kini perusahaan mengandalkan sistem monitoring berbasis sensor dan software diagnostik yang bisa memantau kondisi truk secara real-time. Ketika ada potensi masalah terdeteksi, sistem ini langsung mengirimkan peringatan sehingga mekanik dapat segera mengambil tindakan. Dengan begitu, waktu yang dihabiskan untuk memperbaiki truk bisa diminimalisasi," imbuh Ali.
Selain perawatan dan teknologi, pengemudi juga memainkan peran penting dalam meminimalkan downtime. "Pengemudi yang terlatih paham bagaimana harus bersikap ketika awal kerusakan dan segera melaporkannya kepada tim mekanik. Dengan kerjasama yang baik antara pengemudi dan tim bengkel, permasalahan dapat dicegah sebelum berdampak besar, menjaga operasional tetap berjalan lancar dan efisien," tutup Ali.
Editor: Sigit Foto: truckmagz