• Truckmagz

Strategi Tekan Biaya Logistik Agar Lebih Murah di Indonesia

02 / 06 / 2024 - in Berita
Strategi Tekan Biaya Logistik Agar Lebih Murah di Indonesia

Dalam upaya meningkatkan daya saing ekonomi, strategi untuk menekan biaya logistik di Indonesia menjadi semakin penting. Biaya logistik yang tinggi telah lama menjadi salah satu hambatan utama bagi pertumbuhan industri dan perdagangan.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan inovatif untuk mengatasi tantangan ini. Strategi yang dapat diterapkan reformasi kebijakan dan regulasi yang terkait. Harapannya dapat tercipta efisiensi operasional yang signifikan, sehingga biaya logistik dapat ditekan dan produk-produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Antoni Tampubolon, Praktisi Transportasi, Logistik dan Ekspor Impor menjelaskan beberapa hal yang mampu menekan biaya logistik di Indonesia. Kalau dirunut dari sisi kebijakan, banyak stakeholder yang terkait ya, tidak hanya dari sisi pengusaha juga. Misalnya tarif tol, ini sangat mempengaruhi. Kita tahu tarif tol setiap tahun naik. Khusus angkutan barang kami meminta tarif tol angkutan barang lebih rendah dari kendaraan pribadi," kata Antoni membuka penjelasannya.

"Belum lagi masalah BBM yang berkaitan dengan operasional perusahaan. BBM ada tetapi tidak mudah mengaksesnya, karena kadang masih kesulitan BBM di area tertentu. Sehingga timbul cost yang tidak diperlukan. Selain itu uang makan naik, harga spare part naik. Sehingga total nya nanti akan meningkatkan biaya logistik," imbuh Antoni.

"PR untuk pemerintah adalah menghitung faktor mana yang bisa diberikan bantuan kepada pengusaha logistik agar bisa bernafas. Harapannya diberikan kemudahan kepada pengusaha logistik untuk keringan biaya peremajaan unit untuk UMKM, atau perusahaan transportasi skala kecil. Lalu, ada kebijakan subsidi kepada pengusaha UMKM untuk keringan biaya pajak STNK misalnya diskon 50% untuk biaya penerbitan STNK. Dengan ada keringan pada beberapa cost, hasil akhirnya akan mempengaruhi biaya logistik," katanya.

Antoni melanjutkan, "Memang faktor ekonomi juga berpengaruh. Jika harga barang-barang naik, tentu harga makanan naik dan uang jalan pasti naik. Semua saling berhubungan. Jadi yang harus dilakukan di angkutan barang transportasi darat, didorong untuk membentuk ekosistem angkutan barang. Pemerintah bisa evaluasi untuk mencari efisiensi mana saja yang membantu pengusaha logistik menekan biaya. Contoh spare part, pemerintah bisa memberikan harga yang lebih rendah," terang Antoni.

Editor: Sigit Foto: truckmagz



Sponsors