• Truckmagz

Saran Praktisi Logistik Mendorong Kinerja Angkutan Barang Lebih Efisien

19 / 03 / 2024 - in Berita
Saran Praktisi Logistik Mendorong Kinerja Angkutan Barang Lebih Efisien

Peran pemerintah dalam mengatur transportasi umum sebagai pihak yang dapat mengatur, merekayasa sekaligus melindungi setiap pihak menjadi fokus Kementerian Perhubungan saat ini. Tujuannya adalah mengatasi berbagai permasalahan di sektor angkutan barang agar lebih efisien.

Beberapa waktu lalu. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa salah satu penyebab tidak efisiensinya kinerja angkutan barang, khususnya di Indonesia yaitu masih didominasi melalui jalan atau darat.

Menurut Data Badan Pusat Statistik tahun 2019, moda share angkutan barang melalui angkutan jalan sebesar 87,57%, angkutan laut sebesar 12,16%, angkutan perkeretaapian sebesar 0,26%, dan sisanya terbagi dalam angkutan udara serta angkutan sungai dan penyeberangan.

Antoni Tampubolon, Praktisi Transportasi, Logistik dan Ekspor Impor memberikan saran untuk pemerintah agar segera melakukan penataan sistem transportasi angkutan darat. “Untuk pemerintah baru nanti. Kami berharap bisa membenahi ekosistem transportasi angkutan darat. Jika sebelumnya sudah membenahi transportasi angkutan laut melalui INSW (Indonesia National Single Window) Satu hal yang perlu segera dibenehi adalah angkutan barang. Ini masih minim sekali integrasinya. Pergerakan barang dari satu daerah ke daerah yang lain belum baik lalu antarmoda juga masih kurang. Di darat ini masih belum terintegrasi dengan baik, tidak seperti yang ada di transportasi laut,” katanya.

“Untuk mencapai efisiensi bisa dilakukan dalam pengembangan multimoda, sehingga bisa mengefisienkan segala biaya logistik. Dari keseluruhan biaya logistik, biaya transportasi memegang porsi yang lebih besar dari total biaya yang lain. Biaya logistik itu terdiri dari biaya transportasi, pergudangan, inventory dan administrasi. Berdasarkan kajian kontribusi dari biaya transportasi lebih besar dari biaya lain. Kita perlu mendorong pengembangan multimoda, sehingga akan mempermudah kelancaran arus barang mulai barang masuk di pelabuhan kemudian terintegrasi dengan baik hingga barang sampai di konsumen,” tambah Antoni.

“Urgensinya adalah bagaimana pemerintah mengambil kebijakan terkait integrasi tranportasi angkutan darat. Misalnya dengan tersambungnya jalan tol. Pengembangannya perlu hub bagi daerah tersebut. Ini harus segera ditata dengan baik. Jika sudah, monitoring juga sehingga pergerakan ini diketahui. Hal ini bisa menjadi solusi. misalnya saat ini mengenai kelangkaan beras. Jadi membenahi transportasi angkutan darat harus segera didorong. Dengan ada sistem terpadu, data-data angkutan, pola pengangkutan di area-area produsen ini terpantau dengan baik. Hasil akhirnya angkutan barang ini bisa efektif dan efisien.” kata Antoni memberikan saran.

Editor: Sigit Foto: truckmagz



Sponsors