Sistem pengereman pada pesawat tidak jauh berbeda dengan yang digunakan pada bus dan truk. Namun, mengapa rem pada pesawat jarang blong sementara kejadian rem blong sering terjadi pada bus dan truk?
Ahmad Wildan, Kepala Sub Komite Investigasi Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, menjelaskan bahwa risiko rem blong pada pesawat sebenarnya lebih besar mengingat bobotnya yang berat. Namun, pada kenyataannya, rem blong pada pesawat sangat jarang terjadi. Wildan menjelaskan bahwa pilot memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengendalikan pesawatnya, sehingga masalah seperti rem blong dapat dihindari.
Sebaliknya, pengemudi truk sering menggunakan rem utama secara terus-menerus dan berulang, menyebabkan komponen rem mengalami overheat dan malfungsi. Hal ini sering disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang teknik mengemudi yang benar, terutama saat melewati jalan menurun. Wildan menegaskan bahwa setiap sopir bus dan truk harus dibekali dengan pengetahuan ini, bukan hanya mengandalkan autodidak.
"Setiap perusahaan yang memiliki kendaraan niaga harus memberikan edukasi terhadap pengemudinya. Misalnya, pengemudi harus menggunakan gigi rendah saat melewati jalan menurun dan menghindari penggunaan pedal rem utama secara terus-menerus. Sebaliknya, laju kendaraan harus diperlambat dengan menggunakan exhaust brake," katanya dalam webinar belum lama ini.
Wildan juga menyatakan bahwa penggunaan rem utama secara berulang dan dalam waktu lama dapat menyebabkan fungsi rem menurun. "Oleh karena itu, pengemudi harus mengatur waktu penggunaan rem dengan baik. Dalam hal ini, pilot pesawat diberikan pelatihan khusus saat landing dan dilatih secara berkala melalui proficiency check setiap enam bulan sekali. Hal ini memastikan bahwa pilot selalu ingat prosedur yang benar saat landing, mengerem, dan menghadapi situasi kritis lainnya," imbuh Wildan.
Namun, hal ini tidak terjadi pada pengemudi bus dan truk. Wildan menyebut banyak sopir bus dan truk yang tidak paham bagaimana mengendalikan kendaraannya, terutama dalam situasi darurat. Tidak mengherankan jika kecelakaan truk dan bus akibat rem blong sering terjadi.
Menurut Wildan, hampir tidak ada pengemudi yang memahami prosedur yang benar karena tidak ada materi ini saat mereka mengambil SIM B1 maupun dalam pelatihan SKKNI. "Jika ada pengemudi yang paham teori ini, itu sangat mengejutkan karena mereka tidak pernah menerima pengetahuan ini," kata Wildan.
Editor: Sigit Foto: knkt