• Truckmagz

KNKT Jelaskan Faktor Utama Kecelakaan di Tol Cipularang, Bukan Kontur Jalan

13 / 11 / 2024 - in Berita
KNKT Jelaskan Faktor Utama Kecelakaan di Tol Cipularang, Bukan Kontur Jalan

Ahmad Wildan, Kepala Sub Komite Moda Investigasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menegaskan bahwa kondisi lajur dan kontur jalan bukanlah penyebab utama tingginya angka kecelakaan di Tol Cipularang. “Bukan itu. Elemen geometrik jalan tol di seluruh Indonesia sudah memenuhi regulasi, baik yang ada di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Wildan.

Wildan menyatakan bahwa tiga elemen geometrik di jalan tol telah melewati audit dan dinyatakan sesuai dengan ketentuan regulasi. Ketiga elemen tersebut adalah penampang melintang jalan, alinyemen vertikal, dan alinyemen horizontal. Wildan menjelaskan bahwa alinyemen vertikal, atau kondisi jalan menurun, tidak bisa dihindari, terutama di jalur yang menghubungkan dua tempat dengan perbedaan ketinggian. Namun, ia memastikan bahwa parameternya tetap sesuai standar yang berlaku.

Menurut Wildan, penyebab utama kecelakaan di Tol Cipularang adalah faktor manusia. Selain masalah kelelahan (fatigue) pada pengemudi, penyebab lainnya adalah pengemudi yang tidak memahami teknik mengemudi di jalan menurun atau saat kondisi hujan, yang seringkali memperparah risiko kecelakaan.

Wildan menjelaskan bahwa pada jalan menurun seperti di Tol Cipularang Km 91-104, perputaran roda kendaraan lebih banyak dipengaruhi oleh gaya gravitasi daripada mesin. “Hal ini berbeda dengan kondisi jalan datar, di mana roda digerakkan oleh mesin kendaraan,” katanya. Pada jalan menurun, fungsi mesin berubah dari mendorong menjadi menahan kendaraan.

"Kemampuan menahan ini paling efektif saat menggunakan gigi rendah. Sebaliknya, jika pengemudi menggunakan gigi tinggi, mereka akan dipaksa untuk melakukan pengereman panjang dan berulang, yang dapat meningkatkan risiko rem blong," pungkas Wildan.

Editor: Sigit Foto: KNKT



Sponsors