Kecepatan kendaraan memberikan pengaruh pada keausan ban. Pada ban juga tercantum speed index. “Speed Index adalah batas kemampuan kecepatan konstan makimal ban tersebut dipacu dengan beban tiap ban sesuai dengan load index sesuai yang dianjurkan oleh pabrik dengan tekanan udara sesuai dengan rekomendasi,” buka Bambang Widjanarko Independent Tire Analyst dan Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng & DIY.
Bambang menjelaskan bahwa semua produk ban pasti telah melewati Dynamic Radial & Cornering Test. “Yaitu test untuk ketahanan yang disebut juga dengan drum/treadmill/endurance test dan tes untuk beban cornering. Beberapa hal yang dilakukan pada tes tersebut meliputi; berapa ribu km kemampuan ban tersebut bergulir; berapa berat tekanan beban yang bisa disangga oleh ban; berapa kuat menahan tekanan gaya saat menikung dan pada kecepatan konstan maksimum berapa ban tersebut yang bisa bertahan tidak hancur. dari situ kemudian dikombinasi dengan dynamic outdoor test, yaitu test di circuit nyata. Pada tes sirkuit ban dipasang pada kendaraan uji yang sebenarnya dan dikemudikan oleh test driver di berbagai jenis lintasan. Dari serangkaian test tersebut bukan hanya load Index yang didapat, namun juga speed index dan karakter ban yang lain,” terangnya.
Pada truk yang bermuatan atau kosong juga berlaku sama. “Jika beban yang harus ditanggung oleh ban melebihi ketentuan pabrik, maka speed index-nya otomatis akan menurun. Sebaliknya jika beban yang harus ditanggung oleh ban tersebut masih dibawah load index yang ditentukan oleh pabrik, otomatis speed index-nya bisa lebih tinggi dari ketentuan pabrik. Hukum Fisika yang berlaku pada ban adalah semakin tinggi speed index, semakin rendah load index. Semakin rendah speed index, semakin tinggi load index. Tidak ada pilihan yang dua-duanya,” katanya.
Kembali pada pengaruh kecepatan kendaraan terhadap keausan ban. Ban akan mengalami keausan normal jika pengemudi menjaga kecepatan kendaraan dibawah speed index. Tapi sebaliknya, gaya mengemudi yang sering memacu kecepatan hingga melampaui speed index akan mempersingkat usia ban. “Agresivitas pengemudi sangat berpengaruh pada kecepatan keausan ban. Pengemudi yang sering ngerem (stop) dan berakseleras (go) jelas akan membuat ban boros, ketimbang yang mengemudi bagaikan nahkoda kapal pesiar yang asal mengambang saja,” pungkasnya.
Editor dan Foto : Sigit