• Truckmagz

Hindari Kecelakaan Truk Tangki Berulang, Ini Rekomendasi KNKT

22 / 07 / 2024 - in Berita
Hindari Kecelakaan Truk Tangki Berulang, Ini Rekomendasi KNKT

Ahmad Wildan, Ketua Sub Komisi Lalu Lintas Angkutan Jalan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), mengungkapkan bahwa berbagai faktor menyebabkan kecelakaan yang disertai kebakaran truk tangki bahan bakar minyak (BBM). Berdasarkan investigasi KNKT terhadap delapan kasus kecelakaan truk BBM Pertamina, masalah sering kali dipicu oleh sistem pengereman otomatis yang menyebabkan kendaraan tiba-tiba berhenti dan pengemudi tidak dapat mengendalikannya.

Wildan menjelaskan bahwa beberapa insiden dipicu oleh panasnya as roda yang kemudian menimbulkan percikan api, seperti yang terjadi di Badung, Tol Jagorawi, dan Tol Cipali. Selain itu, kontur tanah yang tidak rata, naik turun, dan belokan tajam juga menjadi penyebab kecelakaan, seperti kasus di Bontang, Kalimantan Timur. Dalam beberapa kasus, roda penggerak tidak berfungsi sehingga kendaraan mundur dan akhirnya jatuh ke jurang dan terbakar.

Di Tol Wiyono-Wiyoto, terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan lain yang menyalip dari sisi kiri dan menabrak sistem keselamatan truk, mengakibatkan matinya seluruh sistem pengereman. Hal serupa juga terjadi pada truk tangki BBM dari Depo BBM Plumpang yang masuk jalan tol dan disalip dari sisi kiri, menabrak sistem pengamanan kendaraan dan menyebabkan kecelakaan yang berujung kebakaran.

Investigasi melalui rekaman CCTV menunjukkan adanya jeda waktu sebelum korban berusaha keluar dari kendaraan, yang mengindikasikan bahwa mereka mungkin tidak mengenakan sabuk pengaman. Akibatnya, saat terjadi tabrakan, mereka mengalami benturan keras di kepala dan tidak bisa menyelamatkan diri. Hal ini diperkuat oleh hasil penyidikan aparat dari Polda Metro Jaya.

Wildan menekankan pentingnya memperbarui prosedur operasi standar (SOP) untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan. Semua truk tangki BBM harus dipastikan layak jalan sebelum dioperasikan, dan sumber daya manusia, khususnya awak mobil tangki (AMT), harus dalam kondisi sehat dan prima. Selain itu, evaluasi dan pemeriksaan kendaraan serta pemantauan selama perjalanan harus dilakukan dengan baik, termasuk pemasangan GPS dan kontrol dari ruang kontrol.

Wildan menyarankan untuk regulator terutama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, perlu menyesuaikan dan memperbarui regulasi terkait desain dan perawatan truk tangki BBM sesuai perkembangan teknologi di bidang otomotif, migas, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Wildan menegaskan bahwa penegakan hukum harus dijamin di Indonesia, dan semua pihak, terutama operator angkutan BBM dan B3, harus mematuhi aturan yang ada. Masalah keselamatan dan keamanan kendaraan truk BBM dan B3 harus dipastikan terpenuhi secara maksimal untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa depan.

Editor: Sigit Foto: KNKT



Sponsors