Downtime pada truk medium sering terjadi karena beberapa penyebab utama yang sebenarnya dapat dicegah dengan perawatan rutin. Salah satu penyebab paling umum adalah masalah pada mesin, terutama pada pada sistem injeksi BBM dan komponen seperti filter udara atau filter BBM.
Ali Setiawan, Asisten Kepala Bengkel Wandi Bersaudara Gersik menjelaskan lebih jauh bahwa ketika filter tersumbat, aliran BBM ke mesin terganggu, menyebabkan tenaga mesin berkurang hingga berpotensi berhenti total.
Masalah kedua menurut Ali adalah sistem pendingin yang tidak berfungsi dengan baik. Radiator yang bocor atau kipas pendingin yang rusak akan menyebabkan mesin overheat, terutama saat truk membawa beban berat atau beroperasi dalam kondisi cuaca panas. Ketika mesin mengalami overheat, truk harus berhenti beroperasi untuk menurunkan suhu mesin. Ini jelas menunda perjalanan dan mengakibatkan kerugian operasional. Selain itu, coolant berkurang atau rusak juga dapat menyebabkan masalah pada sistem pendingin," katanya.
Sistem rem juga menjadi komponen kritis dalam operasional truk. Komponen rem yang tidak terawat seperti kaliper, master rem, atau kampas rem yang sudah habis dapat rem tidak pakem. Ini sangat berbahaya bagi pengemudi dan pengguna jalan lain. Jika sistem rem tidak dirawat dengan baik, risiko kegagalan rem dapat terjadi dan menyebabkan kecelakaan, yang pada akhirnya memperpanjang waktu downtime untuk perbaikan yang lebih besar.
"Terakhir, masalah pada sistem kelistrikan sering menjadi penyebab downtime yang tidak terduga. Komponen seperti aki, alternator, dan kabel-kabel listrik yang sudah lapuk dapat menyebabkan masalah pada sistem, yang berdampak pada berbagai sistem lain seperti lampu, wiper, dan sistem kontrol mesin. Sebaiknya melakukan pengecekan kelistrikan secara rutin untuk menghindari masalah yang menyebabkan downtime," pungkas Ali.
Editor : Sigit Foto: truckmagz