Idling, atau membiarkan mesin truk tetap menyala saat truk tidak bergerak, dapat memberikan dampak negatif yang signifikan. Meskipun tampaknya sepele, sebenarnya membawa sejumlah konsekuensi yang merugikan baik dari segi ekonomi, lingkungan, maupun kesehatan mesin truk itu sendiri.
Agus Suprapto, Asisten Kepala Bengkel Berkah Putra Nusa menjelaskan bahwa dampak pertama yang paling terasa adalah peningkatan konsumsi BBM. "Ketika mesin dibiarkan menyala dalam keadaan diam, truk terus mengkonsumsi BBM tanpa melakukan pekerjaan apa pun. Ini jelas namanya pemborosan, meningkatkan biaya operasional secara keseluruhan," katanya.
Selain itu, idling juga berkontribusi pada peningkatan emisi gas buang, yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Mesin yang beroperasi dalam kondisi idle mengeluarkan karbon dioksida dan polutan lainnya, yang memperparah pencemaran udara.
"Dari sudut pandang teknis, idling yang berlebihan bisa menyebabkan keausan dini pada komponen mesin. Mesin yang terus menyala dalam keadaan idle cenderung bekerja pada suhu yang lebih rendah dari suhu operasional, sehingga oli mesin tidak berfungsi dengan optimal. Efek buruknya, komponen mesin seperti piston dan silinder bisa cepat aus, yang pada akhirnya mempersingkat umur mesin," tambah Agus.
Agus berpesan, "Idling juga memberikan dampak pada efisiensi waktu dan produktivitas. Waktu diam adalah waktu yang tidak produktif. Truk yang seharusnya bisa digunakan untuk operasional justru membuang waktu tanpa bekerja. Mengurangi idling, dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi biaya perawatan dan bahan bakar," katanya.
Editor: Sigit Foto: truckmagz