Banyak mitos yang beredar tentang oli sintetis, baik yang mendukung maupun yang meragukan efektivitasnya. Hal ini tentu menimbulkan anggapan keliru mengenai keunggulan oli sintetis.
Fajar Nurhamin, Kepala Bengkel Roda Megah Perkasa menjelaskan banyak mitos yang penggunaan oli sintetis pada truk telah menjadi topik perdebatan yang cukup intens di kalangan pemilik kendaraan dan mekanik.
Mitos oli sintetis menyebabkan kebocoran mesin. "Faktanya, oli sintetis sendiri tidak menyebabkan kebocoran. Kebocoran biasanya terjadi karena kondisi segel dan gasket yang sudah usang atau rusak. Karena oli sintetis memiliki ukuran molekul yang lebih seragam dan sering kali lebih tipis daripada oli konvensional, oli dapat mengalir lebih bebas melalui celah-celah kecil yang ada pada segel yang sudah tua atau aus. Memeriksa dan memperbaiki segel serta gasket sebelum beralih ke oli sintetis adalah tindakan yang bijak," kata Fajar.
Oli sintetis terlalu mahal dan tidak sepadan dengan biayanya. "Meskipun harga oli sintetis lebih tinggi dibandingkan oli konvensional, manfaat jangka panjangnya seperti interval penggantian yang lebih lama, pengurangan keausan mesin, dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dapat menutupi biaya awal yang lebih tinggi. Selain itu, penggunaan oli sintetis dapat mengurangi frekuensi perawatan dan potensi kerusakan, sehingga menghemat biaya perbaikan." ucap Fajar.
"Nah ini, mitos yang cukup merugikan pemilik kendaraan. Oli sintetis tidak cocok untuk mesin truk tua. Oli sintetis sebenarnya dapat digunakan pada mesin truk tua, asalkan mesin dalam kondisi baik dan tidak memiliki kebocoran. Oli sintetis menawarkan pelumasan yang lebih baik dan stabilitas suhu yang lebih baik dibandingkan oli konvensional, sehingga dapat membantu menjaga kinerja mesin tua. Namun, pada mesin yang sudah mengalami kebocoran, oli sintetis mungkin lebih cepat merembes karena viskositasnya yang lebih rendah," terang Fajar.
Editor: Sigit Foto: truckmagz