• Truckmagz

Ban Truk Kurang Tekanan Udara Bisa Meledak, Ini Mitos atau Fakta?

27 / 02 / 2024 - in Berita
Ban Truk Kurang Tekanan Udara Bisa Meledak, Ini Mitos atau Fakta?

Tire & Rim Consultant dan Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko menjelaskan beberapa mitos yang tersebar di masyarakat mengenai perawatan ban kendaraan.

Ketika mengganti atau membeli ban baru, tidak perlu merk sama. asalkan jenis dan ukuran sama dengan ban lama. Benarkah? “Iya, ini benar fakta. Ban pada kendaraan biasa yang bukan jenis kendaraan sport yang penting jenisnya dan ukurannya sama. Namun kombinasi yang direkomendasikan sebaiknya antara ban sebelah kanan dan kiri menggunakan jenis, merk dan ukuran yang sama. Kalau untuk posisi depan dan belakang tidak perlu merk sama, yang penting jenis dan ukurannya saja yang harus sama. Pada kendaraan jenis sport biasanya ukuran ban belakang lebih besar dari ban depan, namun tidak sebaliknya,” terang Bambang.

Berkendara di musim hujan agar manuver lebih nyaman, tekanan angin ban dikurangi sedikit. Benarkah?. “Ini adalah mitos. Tekanan angin harus tetap dipertahankan seperti yang direkomendasikan dalam buku manual kendaraan dalam cuaca apapun, sebab cuaca kan tidak selamanya hujan, kadang berganti cuaca jadi cerah. Ada jenis ban yang memang didesign dengan telapak yang mampu menyibak air dalam volume besar. Ban bertelapak lebar memang sangat nyaman digunakan di jalanan kering, namun ketika harus melewati genangan air dalam kecepatan tinggi dengan water film tebal akan terasa sedikit limbung seperti sedang berselancar. Pilihan jenis telapak ban ada yang dry tire & wet tire. Ada juga khusus untuk medan bersalju ( winter tire ) dan berlumpur ( mud terrain ) atau bahkan untuk jalan bebatuan ( quarry ) dan military tire,” katanya.

Tidak boleh menambah tekanan angin ban yang kurang ketika dalam perjalanan, karena ban panas, nanti akan meledak. Benarkah? “Ini juga mitos. Ban boleh saja ditambah tekanan udara dalam perjalanan, jika ban tersebut mengalami penurunan tekanan udara ( under pressure ). Jika ban mengalami penurunan tekanan udara dan tidak segera ditambah tekanannya, dikhawatirkan ban tersebut bisa meledak sewaktu-waktu. Namun untuk hasil pengukuran tekanan angin yang akurat memang disarankan agar dilakukan setelah beristirahat dan sebelum kendaraan beroperasional, bukannya setelah ban digunakan,” ucapnya.

Ban tidak ada usia, bisa dipakai terus sampai ban tersebut rusak baru diganti. Benarkah? “Ini termasuk mitos. Ban ada batas masa pakainya. Jika karetnya sudah fatique atau lelah dan tidak kenyal lagi, ban sudah tidak nyaman untuk dikendarai. Jika ban disimpan dengan baik, tidak terkena sinar matahari dan cairan secara langsung, maka ban tersebut akan lebih awet. Sinar ultraviolet dan cairan adalah musuh utama yang membuat ban cepat lapuk. Jika kekenyalan karetnya sudah mati, maka ban tersebut sudah kehilangan daya elastisitas yang membuatnya gampang meledak jika terkena benturan atau pemuaian udara didalamnya,” pungkas Bambang.

Editor : Sigit Foto: truckmagz



Sponsors