"Koordinasi dan kolaborasi antarinstansi yang baik di lapangan, termasuk Kepolisian angat penting karena mudik adalah operasi kemanusiaan. ASDP telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar lalu lintas penyeberangan Merak-Bakauheni saat Angkutan Lebaran mendatang berjalan lancar, aman dan terkendali. Waktunya semakin mendekati bulan April, dan diperkirakan akan terjadi peningkatan pemudik dibandingkan tahun lalu," tutur Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi pada Kamis (30/3).
Pada Lebaran tahun lalu, di Pelabuhan Merak terjadi kepadatan kendaraan roda empat yang mencapai 37 ribu atau 30 persen lebih banyak dari masa lebaran tahun 2019 sebelum pandemi. Karenanya, penyeberangan Merak - Bakauheni yang menghubungkan Jawa-Sumatera menjadi jalur favorit bagi masyarakat untuk mudik dengan kapal ferry.
"Untuk arus balik Lebaran dari Sumatera menuju Jawa melalui Bakauheni diperkirakan juga akan mengalami peningkatan, dan hal ini juga telah didiskusikan terkait strategi-strategi yang akan dilakukan," kata Ira.
Ira menegaskan bahwa ASDP memastikan bahwa masyarakat terinformasi dengan baik terkait kebijakan tiket online dan sudah tidak ada lagi layanan go-show di pelabuhan. Pertama, tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pengguna jasa bisa melakukan pembelian tiket via Aplikasi Ferizy khususnya di lintas Merak-Bakauheni dan lintas Ketapang-Gilimanuk.
"Kedua, tiket bisa dipesan sejak H-60 keberangkatan. Kemudian ketiga, calon penumpang wajib bertiket setidaknya H-1 sebelum keberangkatan," terang Ira.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Lampung Akhmad Wiyagus mengatakan, pihaknya siap menjalankan amanah kemanusiaan dalam memberikan layanan Angkutan Lebaran, yang kerap menjadi perhatian tiap tahunnya, dimana terjadi pergerakan masyarakat dalam jumlah besar di waktu bersamaan. "Tentunya kita harus bersinergi dan kolaborasi, meningkatkan komunikasi intens dengan seluruh jajaran termasuk dengan GM ASDP selaku operator pelabuhan dan memastikan bahwa pesan yang disampaikan harus sama, dari atas ke bawah," ujar Kapolda.
Berdasarkan hasil survei Litbang Kemenhub, diprediksi pada Angkutan Lebaran 2023 akan terjadi lonjakan pengguna jasa yang jumlahnya mencapai 123,8 juta atau hampir 50 persen total populasi penduduk Indonesia. Pada Lebaran tahun lalu, di Pelabuhan Merak terjadi kepadatan kendaraan roda empat yang mencapai 37 ribu atau 30 persen lebih banyak dari masa lebaran tahun 2019 sebelum pandemi. Oleh karena itu, penyeberangan Merak - Bakauheni menjadi moda transportasi favorit bagi masyarakat untuk mudik.