• Truckmagz

Apa Kabar Program Keselamatan Lalu Lintas di Indonesia?

08 / 04 / 2024 - in Berita
Apa Kabar Program Keselamatan Lalu Lintas di Indonesia?

Dalam menjamin keselamatan pengguna lalu lintas penting untuk membuat program keselamatan yang mampu melindungi seluruh pengguna jalan. Pada webinar bertajuk “Menguak Hasil Investigasi Kecelakaan Lalu lintas Jalan Raya” Ketua Sub Komite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan membagikan cara penyusunan program keselamatan.

“Program keselamatan itu terdiri dari 3E yaitu engineering, education, dan enforcement. Pertama kali, pastikan dulu jalan di Indonesia secara teknis itu benar. Disini letak engineering. Jika kendaraan secara teknis sudah benar, pelatihan pengemudi sudah benar dilakukan, untuk engineering ini harus dipastkan juga. Misalnya otomotive engineering, highway engineering, electrical engineering dan IT enginering, pastikan tadi itu semua benar, jika sudah benar masuk ketahap berikutnya.” jelas Wildan.

“Seseorang akan menyampaian mengenai program keselamatan harus mengusai cara penyampaian yang benar. Gaya dan materi penyampaian tentu berbeda antara ke anak sekolah dan pengemudi, Jadi jangan disamaratakan, edukasi ini ada ilmunya. Khusus ini ranahnya ada Kemenhub, PUPR hingga akademisi. Terakhir, enforcement. Jika engineering dan education sudah dikerjakan dengan benar, ini ranahnya kepolisian melakukan penegakan hukum,” imbuh Wildan.

Pada saat menyusun program keselamatan, pada engineering sudah harus diketahui apa saja yang berisiko. “Pada tahap edukasi siapa saja sasarannya, apa topik dan bagaimana mengukur keberhasilannya. Selama ini kita lalai di engineering dan education, seolah semua adalah pelanggaran pengemudi, kita tidak melihat ini secara enginering bahwa kendaraan sudah tidak laik jalan. Edukasi juga tidak tepat sasaran, jadi bagaimana salahkah pengemudi? Ini pengingat bagi kita bahwa kedepan program keselamatan harus berdasar pada best of finding hazaard,” kata Wildan mengingatkan.

Perihal kecelakaan rem blong, KNKT menemukan kecelakaan rem blong terjadi di jalan menurun ada gaya gravitasi. “Sehingga jika ada kendaraan besar lewat akan didorong oleh gaya gravitasi. Pada saat melakukan pengereman itu ada pekerjaan yang tidak pernah selesai, karena ketika direm kecepatan menurun sesaat, tapi pedal gas diangkat, truk jalan lagi dan bisa lebih cepat dari sebelumnya. Jadi seperti itu terus. Akhirnya semua pengemudi yang menggunakan gigi tinggi di jalan menurun, dia akan melakukan pengereman panjang dan berulang. Ketika melakukan pengereman berulang ada tiga hal berbahaya yang akan dihadapi pengemudi. Panas atau brake fading, tekanan udara habis, dan minyak rem mendidih. Ketiganya bisa jadi rem blong,” katanya.

“Penyebab kecelakaan rem blong di Indonesia, ketika kendaraan besar melalui jalan menurun menggunakan gigi tinggi. Ketika pada posisi gigi tinggi, pengemudi melakukan pengereman berulang, ketika rem berulang risiko rem blong menjadi meningkat. Ini berbeda sekali dengan jika menggunakan gigi rendah, maka yang memperlambat laju kendaraan bukan rem tapi mesin, atau disebut engine brake, ditambah juga exhaust brake. Nah pada saat pengambilan SIM B1 dan B2 ada tidak edukasi mengenai ini.Materi yang ada di Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) apakah ada? Di SIM B1 dan B2 serta SKKNI tidak ada, jadi wajar pengemudi banyak menggunakan gigi tinggi, karena tidak ada yang pernah menghajarkan cara pengereman yang benar di jalan menurun,” kata Wildan.

“Dari sinilah kita belajar, jika ingin mengindarkan rem blong di Indonesia, materi ini harus masuk di materi ujian SIM B1 B2 dan masuk di materi pelatihan berbasis SKKNI. Dengan demikian semua pengemudi tahu bahaya pengereman dengan gigi tinggi di jalan menurun,” pungkas Wildan.

Editor: Sigit Foto: truckmagz



Sponsors